SEI Rampungkan PLTS KDKMP di Pulau Sembur, Hadirkan Listrik 24 Jam
Batam (25/08/2026) - Kehadiran energi bersih di wilayah terpencil kembali diwujudkan melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Pulau Sembur. SEI telah merampungkan pekerjaan pembangunan PLTS dengan kapasitas 925,6 kWp yang dilengkapi Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 1 MWh.
Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE), Kementerian Koperasi, Danantara, dan SEI untuk menghadirkan akses energi yang lebih andal sekaligus mendukung aktivitas masyarakat di Pulau Sembur, khususnya melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Dalam proyek ini, Pertamina NRE berperan sebagai pengembang sekaligus inisiator, sedangkan SEI dipercaya sebagai pelaksana pembangunan atau Engineering, Procurement, and Construction (EPC). Peran SEI mencakup seluruh tahapan pekerjaan, mulai dari engineering, pengadaan, konstruksi, instalasi PLTS dan BESS, hingga proses commissioning.
Lebih dari sekadar menghadirkan pembangkit energi terbarukan, PLTS ini dirancang untuk memberikan manfaat langsung bagi kehidupan masyarakat Pulau Sembur. Dengan dukungan sistem PLTS dan BESS, masyarakat kini dapat memperoleh suplai listrik selama 24 jam untuk mendukung berbagai aktivitas sehari-hari.
Energi yang dihasilkan juga dapat mendukung kebutuhan listrik bagi 158 rumah di Pulau Sembur. Kehadiran listrik yang lebih andal turut membuka peluang bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas ekonomi dengan lebih optimal.
Salah satu manfaat lainnya dirasakan oleh sektor perikanan. PLTS ini turut mendukung rantai dingin hasil perikanan melalui keberadaan fasilitas Ice Maker dan Cold Storage. Dengan fasilitas tersebut, hasil tangkapan nelayan dapat ditangani dan disimpan dengan lebih baik sehingga membantu menjaga kualitas hasil perikanan sebelum didistribusikan.

Bagi SEI, keberhasilan proyek tidak berhenti ketika pembangkit berhasil beroperasi dan listrik mulai mengalir. Lebih jauh, keberhasilan tersebut diukur dari sejauh mana energi yang dihadirkan mampu memberikan perubahan nyata bagi masyarakat.
“Bagi saya, keberhasilan proyek bukan hanya ketika kita berhasil menyalakan PLTS, tetapi ketika masyarakat benar-benar merasakan bahwa kehidupan dan perekonomian mereka menjadi lebih baik karena PLTS tersebut,” ujar Gintang Sulung, Project Manager.
Pulau Sembur menjadi gambaran bahwa transisi energi dapat dimulai dari mana saja termasuk dari wilayah terpencil. Ketika teknologi, kolaborasi, dan kebutuhan masyarakat dipertemukan dalam satu tujuan menghadirkan energi bersih yang benar-benar memberikan manfaat.
Bersama SEI mari beralih menuju energi terbarukan!