Penulis: Admin
SEI Hadir Di Booth Low Carbon Zone Dalam IPA Convex 2023
Jakarta (25/7) – Adalah Indonesia Petroleum Association Converence dan Exhibition (IPA Convex) salah satu gelaran exhibition skala internasional yang turut diikuti oleh PT Surya Energi Indotama. Bertempat di ICE – BSD Tangerang mulai tanggal 25 – 27 Juli 2023, SEI turut tergabung dalam booth Bersama Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) dalam kawasan low Carbon Zone, yang merupakan kumpulan dari perusahaan-perusahaan yang berkontribusi dalam pengembangan emisi karbon.

Mengusung tema “Enabling Oil & Gas Investment and Energy Transition for Energy Security”, IPA ConvEx tak hanya hadir dalam gelaran pameran tapi lengkap dengan rangkaian acara training, seminar dan workshop yang mengangkat tema tentang transisi energi serta ketahanan energi di masa depan. Hadir dalam opening ceremony, Direktur Teknis dan Operasional SEI, Fajar Miftahul Falah yang turut menyambut baik keikutsertaan SEI dalam event ini, “keikutsertaan SEI dalam IPA Convex dapat menjadi sarana untuk kita memperluas jaringan serta membangun relasi kerjasama dengan pihak lainnya yang ada disini,” ungkapnya.**

Berita Lainnya
Hadir Di IndoSolar Expo, Booth SEI Ramai Dikunjungi
Jakarta (25/7) – Dalam rangka mendukung Pemerintah dalam mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 melalui optimalisasi peran seluruh pemangku kepentingan dalam berkolaborasi serta memaksimalkan perannya masing-masing dalam memanfaatkan energi terbarukan secara menyeluruh di Indonesia, PT Surya Energi Indotama hadir dalam gelaran Indosolar Expo 2023 yang diselenggarakan bersamaan dengan ASEAN Solar Summit 2023 yang diikuti oleh seluruh peserta Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI), Asosiasi Pabrikan Modul Surya Indonesia (APAMSI), Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), perusahaan perbankan dan perusahaan EPC BUMN, BUMD, dan Swasta lainnya yang turut berkomitmen dalam mewujudkan energi bersih di Indonesia.

Bertempat di Assembly Hall Birawa Bidakara Hotel Jakarta pada tanggal 24-27 Juli 2023, Indosolar Expo padat dengan agenda yang sangat menarik, tak hanya pameran tetapi dalam ajang tersebut diselenggarakan juga seminar, talkshow, pelatihan dan kunjungan lapangan. Di hari pertama pembukaan pameran, SEI berkesempatan untuk tampil di panggung utama untuk memberikan presentasi tentang perusahaan, yang diwakili oleh Pjs. Senior Executive General Manager Pemasaran dan Pengembangan Bisnis, Ridwan Kurnia yang mendapat antusias dan respon positif dari seluruh peserta yang hadir.
Keikutsertaan SEI dalam event Indosolar 2023 ini, diharapkan SEI dapat turut memberikan solusi dalam transisi energi serta memperkuat jaringan dan memperluas kerjasama antar pelaku bisnis di bidang tenaga energi terbarukan.**

Berita Lainnya
Ahlinya Bidang PLTS, SEI Mengajar Di BLU BP3 Curug
BANTEN (17/7) – Dikenal sebagai ahli dari perusahaan Renewable Energy, PT Surya Energi Indotama (SEI) memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang tentunya handal dan kompeten dalam bidangnya. Karena itulah, Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan Curug dalam rangka memberikan pelatihan Uninterruptible Power Supply (UPS) dan Renewable Energy (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) menggandeng SEI sebagai pengajar bagi dua puluh orang (20) orang peserta angkatan pertama yang berasal dari Unit Penyelenggara Badan Usaha (UPBU) di lingkungan Direktorat Jendral Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan yang berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 17-18 Juli 2023.

“Program SEI mengajar menjadi salah satu program unggulan SEI yang kedepannya akan kita laksanakan, tidak hanya berlaku bagi para praktisi yang concern terhadap bidang Renewable Energy, tapi akan kita targetkan juga kepada para pelajar dan akademisi,” ungkap I Made Sandika selaku Pelaksana Tugas Direktur Utama yang juga merangkap sebagai Direktur Pemasaran dan Pengembangan Bisnis.
Berita Lainnya
SEI Bangun PLTS Atap di 3 Bandara Internasional Guna Dukung Green Energy di Industri Aviasi
PT Surya Energi Indotama (SEI) kembali menunjukkan konsistensinya dalam dalam mendukung penggunaan green energy atau Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia. Sebagai perusahaan energi di Indonesia, SEI telah melakukan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di 3 Bandara Internasional PT Angkasa Pura II, yaitu Bandara Soekarno Hatta Cengkareng, Kualanamu Medan, dan Banyuwangi. Penandatanganan perjanjian kerja sama telah dilakukan pada 26 November 2021 dengan target penyelesaian pembangunan di akhir tahun 2022. Kerja sama ini merupakan langkah nyata dari 3 stakeholder utama pembangunan PLTS, yaitu PT Angkasa Pura II, SEI, dan PT Pertamina Power Indonesia (PPI).
Pembangunan ini juga merupakan realisasi transisi energi menuju EBT dengan target kapasitas 26,3 MWp pada 2025 di 20 bandara PT Angkasa Pura II. Pembangunan yang sejalan dengan program Global Net Zero Carbon Emissions pada 2050 yang dicetuskan Airport Council International (ACI) dan mendapat dukungan dalam 41st Assembly of the International Civil Aviation Organization (ICAO) yang berlangsung pada 27 September - 4 Oktober 2022 di Montreal, Kanada. Ini menjadi langkah awal PT Angkasa Pura II untuk mencapai target bauran energi di industri aviasi yang dicanangkan.
Total kapasitas PLTS di 3 Bandara tersebut adalah sebesar 2,39 MWp. Masing-masing terdiri dari 1.5 MWp di Bandara Soekarno Hatta, 862 kWp di Bandara Kualanamu, dan 35 kWp di Bandara Banyuwangi. SEI berperan selaku kontraktor pelaksana bekerja sama dengan PPI untuk mendanai pembangunan PLTS di 3 bandara tersebut.
Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di Bandara Banyuwangi, Bandara Kualanamu, dan Bandara Soekarno Hatta saat ini telah selesai 100%. Selain kontribusi langsung pada transisi energi baru terbarukan, PLTS di 3 bandara ini juga dipamerkan sebagai portofolio bahwa Indonesia telah menerapkan energi bersih di sektor Aviasi melalui PLTS Atap yang dipasang di bandara-bandara. Masyarakan dapat melihatnya secara langsung dari pesawat ketika landing maupun take off.
PLTS Atap ini ditargetkan mampu menghasilkan energi 58.8 GWh selama beroperasi 20 tahun ke depan. Dampak positif ini diharapkan menjadi penjaga asa untuk mencapai Net Zero Carbon Emission pada 2050 di sektor aviasi, serta menjadi benchmark penerapan bandara berkonsep green airport.