(022) 42830750 [email protected]
Media Sosial :
SEI Gelar RUPS dan Sahkan RKAP 2026 dengan Semangat “Konsistensi dan Kolaborasi”

SEI Gelar RUPS dan Sahkan RKAP 2026 dengan Semangat “Konsistensi dan Kolaborasi”

Bandung (30/01/2026) – Menapaki awal tahun 2026, SEI sukses menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RUPS RKAP) Tahun Buku 2026. Pertemuan yang berlangsung di Kantor Len ini menjadi momentum penting bagi SEI dalam mempertegas langkah bisnisnya di sektor energi terbarukan dengan tema utama yang di angkat Adalah "Consistency & Collaboration for Better Achievements."

Acara dihadiri langsung oleh para pemegang saham utama. Tampak hadir Direktur Utama Len, Prof. Joga Dharma Setiawan beserta jajaran, serta Direktur Utama Eltran, Tuning Rudyati beserta jajaran.

Dari sisi internal perusahaan, seluruh jajaran Direksi dan Dewan Komisaris SEI hadir secara lengkap untuk memaparkan proyeksi strategis yang akan menjadi tulang punggung operasional perusahaan sepanjang tahun ini.

Fokus utama dalam RUPS kali ini adalah pengesahan dokumen RKAP 2026 yang akan menjadi kompas bisnis perusahaan. Tidak hanya soal angka dan target pendapatan, rapat ini juga menetapkan Key Performance Indicators (KPI) bagi Dewan Komisaris dan Direksi.

Penetapan KPI ini dilakukan sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas dalam mengukur kinerja kepemimpinan. Dengan parameter yang jelas, diharapkan setiap kebijakan yang diambil dapat berdampak langsung pada pertumbuhan perusahaan yang sehat dan berkelanjutan.

Melalui semangat kolaborasi yang kuat, SEI berharap dapat menciptakan terobosan baru di sektor energi terbarukan yang lebih kompetitif.

SEI Jalin Kemitraan Strategis dengan Ampotech Guna Perkuat Solusi Manajemen Energi dan Keberlanjutan

SEI Jalin Kemitraan Strategis dengan Ampotech Guna Perkuat Solusi Manajemen Energi dan Keberlanjutan

Bandung (26/01/2026) – PT Surya Energi Indotama (SEI), sebagai salah satu anak Perusahaan dari PT Len Industri (Persero) yang bergerak di bidang Energi Baru Terbarukan, resmi menjalin sinergi strategis dengan Ampotech Pte. Ltd. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) terkait kemitraan strategis dalam pengembangan solusi manajemen energi di Indonesia.

Kolaborasi ini bertujuan untuk mengintegrasikan keahlian kedua belah pihak dalam memasarkan solusi di bidang konservasi energi, efisiensi energi, serta solusi berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG). SEI yang memiliki rekam jejak kuat dalam pengembangan energi surya di Indonesia, akan bersinergi dengan Ampotech dalam memanfaatkan teknologi perangkat keras dan lunak manajemen energi guna memberikan nilai tambah bagi sektor industri, komersial, hingga residensial.

Beberapa poin utama kerja sama yang disepakati meliputi:

  • Integrasi Sistem: Melakukan pengujian dan integrasi produk Ampotech dengan berbagai aplikasi pendukung lainnya.
  • Pengembangan Bersama: Menyusun materi pemasaran dan publikasi bersama untuk mempromosikan solusi efisiensi energi yang terintegrasi.
  • Kolaborasi Proyek: Memanfaatkan jaringan luas kedua perusahaan terhadap proyek-proyek strategis.
  • Berbagi Pengetahuan: Menggelar pelatihan dan workshop bersama untuk memperkuat pemahaman.

Kemitraan ini merupakan langkah nyata perusahaan dalam mendukung percepatan transisi energi nasional. Melalui penggabungan produk SEI dengan solusi otomasi serta optimasi dari Ampotech, diharapkan efisiensi energi di berbagai sektor dapat tercapai secara lebih optimal.

Diharapkan MOU ini menjadi landasan kuat bagi kedua perusahaan untuk mengeksplorasi program kerja sama yang lebih spesifik dan definitif di masa mendatang. Dengan semangat inovasi, SEI terus berkomitmen untuk menghadirkan solusi energi bersih yang berkelanjutan demi masa depan Indonesia yang lebih hijau.

Sering Dianggap Sama : Ini Perberdaan Energi Terbarukan, Energi Bersih, dan Energi Hijau

Sering Dianggap Sama : Ini Perberdaan Energi Terbarukan, Energi Bersih, dan Energi Hijau

Istilah energi terbarukan, energi bersih, dan energi hijau kian populer dalam percakapan sehari-hari maupun kebijakan global. Namun, banyak orang yang masih menganggap ketiga istilah ini memiliki arti yang sama.

Padahal, secara teknis, ketiganya merujuk pada konsep yang berbeda. Memahami perbedaan ini menjadi krusial agar kita tidak terjebak pada label "ramah lingkungan" yang kurang tepat. Sebab, sebuah sumber energi bisa saja bersifat tidak akan habis, namun dalam prosesnya tetap menyisakan dampak bagi ekosistem sekitar.

Singkatnya, perbedaan mendasar ini terletak pada tiga pilar: dari mana asalnya (Terbarukan), apa residu atau buangannya (Bersih), dan bagaimana dampak lingkungannya secara menyeluruh (Hijau).

Untuk memudahkan pemahaman, mari kita pelajari dan analogikan ketiga perbedaan ini melalui sebuah cerita sederhana

1. Energi Terbarukan

Energi terbarukan (renewable energy) adalah energi yang berasal dari sumber daya alam yang dapat diperbarui secara alami dan terus-menerus. Jenis ini hadir sebagai solusi atas energi fosil yang kian menipis.

Bayangkan kamu memiliki sebuah pohon Ajaib di halaman rumah. Setiap kali rantingnya dipetik untuk kayu bakar, ranting baru akan tumbuh seketika itu juga. Kamu tidak perlu takut kekurangan bahan bakar karena alam menyediakannya tanpa henti.

Contohnya : Panas dari perut bumi (Geothermal), Energi Surya, Angin, Air (Hyrdopower) bahkan biomassa (dari limbah pertanian atau hutan).

2. Energi Bersih

Energi bersih (clean energy) menitikberatkan pada dampak negatif yang minimal terhadap lingkungan. Fokus utamanya adalah pada emisi karbon yang rendah atau bahkan nol, sehingga tidak menghasilkan polusi udara gas rumah kaca (CO₂ atau metana).

Sekarang, fokus kita beralih ke kesehatan penghuni rumah. Kita tidak ingin ada asap hitam mengepul di dapur saat memasak. Maka, kita menggunakan kompor canggih yang tidak mengeluarkan asap sama sekali. Udara dapur pun tetap segar dan sehat.

Contohnya :

  • Tenaga matahari (solar energy): Mengubah sinar matahari menjadi listrik tanpa emisi.
  • Energi angin (wind power): Menghasilkan listrik melalui turbin angin tanpa membakar bahan bakar fosil.
  • Panas bumi (geothermal): Memanfaatkan panas dari dalam bumi dengan emisi yang sangat rendah.
  • Energi Nuklir. Nuklir tidak menghasilkan asap yang merusak lapisan ozon, namun bahan bakarnya (uranium) bersifat terbatas. Jadi, ia bersih, tapi tidak selalu terbarukan.

3. Energi Hijau

Energi hijau (green energy) adalah kasta tertinggi dalam hierarki ini. Energi ini tidak hanya bersih dan terbarukan, tetapi juga berasal dari proses alami yang sangat menjaga ekosistem, tidak mencemari tanah, air, maupun meninggalkan limbah berbahaya.

Bukan cuma bahannya tak pernah habis dan tidak berasap, tapi cara mendapatkannya pun harus "Sesuai Aturan". Kita tidak ingin memasang kompor jika harus menggusur sarang burung atau menebang pohon pelindung.

Contoh: Sinar Matahari (Solar) dan Angin. Keduanya tersedia terus-menerus (Terbarukan), tidak berasap (Bersih), dan tidak merusak tanah atau air (Hijau).

Lalu apa perbedaan yang lebih spesifik nya? Berikut adalah panduan cepat untuk membedakannya:

  • Energi Terbarukan: Bicara soal Ketahanan (Apakah energinya akan habis?).
  • Energi Bersih: Bicara soal Kesehatan Udara (Apakah ada polusi atau asap karbon?).
  • Energi Hijau: Bicara soal Kebaikan Alam (Apakah prosesnya merusak ekosistem?.

Poin pentingnya adalah semua energi hijau sudah pasti terbarukan dan bersih. Namun, energi bersih belum tentu terbarukan (seperti nuklir), dan energi terbarukan belum tentu sepenuhnya hijau.

Sumber Referensi:
National Geographic: Renewable Energy Explained.
Energy.gov (U.S. Department of Energy): Clean Energy Perspectives.
Green Mountain Energy: The Difference Between Green, Renewable, and Clean Energy.
Gosustain : Perbedaan Energi Terbarukan, Energi Hijau, dan Energi Bersih

Tanda Kalau Perusahaan Kamu Butuh Pasang Panel Surya

Tanda Kalau Perusahaan Kamu Butuh Pasang Panel Surya

Di tengah meningkatnya biaya energi dan perhatian terhadap keberlanjutan, banyak perusahaan mulai mempertimbangkan berbagai opsi sumber listrik yang lebih efisien . Panel surya bukan lagi sekadar alternatif, tetapi telah menjadi solusi strategis untuk menjaga efisiensi operasional sekaligus mendukung bisnis yang berkelanjutan. Lalu, apa saja tanda bahwa perusahaan kamu sudah saatnya beralih ke energi surya?

  1. Tagihan Listrik Tinggi & Terus Naik

Ini indikator utama, terutama jika konsumsi listrik pabrik/kantor besar dan terus melonjak, panel surya bisa memangkas biaya signifikan.

  1. Sering Padam Listrik

Ketergantungan pada jaringan penyedia Listrik yang rentan padam dapat mengganggu produksi dan operasional. Panel surya meningkatkan keandalan pasokan energi karena bisa menghasilkan listrik sendiri.

  1. Adanya Atap Luas & Kosong

Luas atap yang memadai dan tidak terhalang bangunan lain atau pohon menjadi modal utama pemasangan panel surya yang efektif.

  1. Komitmen ESG (Enviromental, Social, Governance)

Jika perusahaan kamu ingin mengurangi jejak karbon, memenuhi standar keberlanjutan dan menjadikan citra lebih baik panel surya adalah solusi ideal.

  1. Biaya Listrik Berfluktuasi

Jika tarif listrik naik turun, panel surya menawarkan harga listrik yang stabil dalam jangka panjang, mengurangi ketidakpastian biaya.

  1. Operasional 24 Jam

Pabrik atau Operasional yang beroperasi siang-malam atau memiliki banyak mesin berat sangat cocok dengan panel surya.

  1. Stabilitas Operasional

Dengan mengurangi ketergantungan pada penyedia layanan listrik, produksi jadi lebih stabil karena minim risiko.

Jika beberapa tanda di atas sudah kamu rasakan, berarti ini saat yang tepat bagi perusahaan untuk mempertimbangkan pemasangan panel surya. Bukan hanya soal penghematan biaya, tetapi juga investasi jangka panjang menuju bisnis yang lebih mandiri, efisien, dan berkelanjutan

PT Surya Energi Indotama Kontak Kami:
Surya Energi Indotama

PT Surya Energi Indotama

PT Surya Energi Indotama (SEI) berdiri pada tanggal 6 Desember 2007 dan diambil alih sebagai anak perusahaan dari PT Len Industri (Persero) pada 14 Januari 2009.