Kategori: Uncategorized @id
Perkuat Tata Kelola, SEI Laksanakan Exit Meeting Assesment GCG bersama BPKP Jabar
Bandung (10/02/2026) – Sebagai bentuk komitmen nyata dalam memperkuat tata kelola perusahaan yang transparan dan akuntabel, SEI sukses menyelenggarakan Exit Meeting Assessment Good Corporate Governance (GCG) untuk Tahun Buku 2024. Pertemuan ini menandai berakhirnya rangkaian evaluasi menyeluruh yang dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Jawa Barat.
Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Perwakilan BPKP Jawa Barat, Ikhwan Mulyawan, beserta jajaran tim auditor. Dari sisi pemegang saham, Direktur Utama Len, Prof. Joga Dharma Setiawan, turut hadir secara daring didampingi jajaran Direksi lain dan Manajemen.
Dewan Komisaris SEI yang diwakili oleh Syahrial juga mengikuti jalannya pertemuan secara daring. Sementara itu, jajaran Direksi SEI hadir secara fisik dipimpin langsung oleh Direktur Utama SEI, I Made Sandika Dwiantara, beserta jajaran Direksi dan Manajemen terkait.
Assessment GCG Tahun Buku 2024 ini mengacu pada Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-2/MBU/03/2023 tentang Pedoman Tata Kelola dan Kegiatan Korporasi Signifikan BUMN, serta ketentuan internal perusahaan yang mengatur penerapan prinsip transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran lainnya.

Pelaksanaan Assessment GCG dilakukan secara independen oleh BPKP Jabar berdasarkan surat tugas tertanggal Desember 2025 hingga Januari 2026. Dimana tujuan utama dari assessment ini adalah:
- Menilai tingkat penerapan prinsip-prinsip GCG pada seluruh organ perusahaan, meliputi Pemegang Saham/RUPS, Dewan Komisaris, dan Direksi.
- Mengukur efektivitas struktur, proses, serta mekanisme pengelolaan perusahaan dalam mendukung pencapaian tujuan strategis.
- Mengidentifikasi area yang memerlukan penguatan dan penyempurnaan dalam penerapan tata kelola perusahaan.
- Memberikan rekomendasi perbaikan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas tata kelola secara berkelanjutan.
Dalam hal ini proses evaluasi dilakukan melalui metodologi yang ketat, mulai dari penelaahan dokumen, wawancara mendalam, serta pengujian atas implementasi kebijakan yang relevan.
Hasil assessment diharapkan memberikan gambaran objektif mengenai tingkat kematangan penerapan GCG di perusahaan, sekaligus menjadi dasar bagi manajemen dan pemangku kepentingan dalam merumuskan strategi untuk melakukan perbaikan dan peningkatan tata kelola berdasarkan “Area of Improvement” dari hasil Evaluasi guna mendukung pencapaian kinerja perusahaan yang berkelanjutan.
Berita Lainnya
SEI Dorong Kolaborasi Strategis Energi Bersih Indonesia-Tiongkok Lewat Forum Tingkat Tinggi di Beijing
Beijing (10/06/2025) — Dalam momentum 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Tiongkok, PT Surya Energi Indotama (SEI) menegaskan komitmennya untuk memberikan kontribusi dalam mendorong percepatan transisi energi dan pengembangan industri hijau di Indonesia. Komitmen ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama SEI yang juga merupakan ketua umum Asosiasi Pabrikan Modul Surya Indonesia (APAMSI), I Made Sandika Dwiantara, dalam forum High-Level Dialogue: Advancing Indonesia-China Cooperation on Clean Energy and Green Development yang digelar di Beijing, Tiongkok.
Forum yang diselenggarakan oleh Institute for Essential Services Reform (IESR) dengan dukungan Kedutaan Besar Indonesia untuk China, BRI Green Development Coalition (BRIGC), World Resources Institute (WRI) China, dan Chinese Renewable Energy Industries Association (CREIA) tersebut mempertemukan para pemangku kepentingan strategis dari kedua negara, untuk membahas langkah konkret dalam mempercepat transisi energi bersih, mengatasi tantangan iklim global, dan penguatan kemitraan bilateral.
Forum ini juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Indonesia-China Exchange Visit, yang dilaksanakan bertepatan dengan gelaran The 18th SNEC PV Power Expo di Shanghai, Tiongkok.

Dalam paparannya, Direktur Utama SEI yang juga merupakan ketua umum Asosiasi Pabrikan Modul Surya Indonesia (APAMSI), I Made Sandika Dwiantara menyampaikan bahwa penguatan kerja sama Indonesia–Tiongkok harus berfokus pada strategi kolaboratif jangka panjang yang berdampak nyata terhadap pembangunan ekonomi dan lingkungan. Ia mengusulkan lima pilar utama kolaborasi diantaranya
1. Pengembangan Kawasan Industri Terintegrasi (Development of Integrated Industrial Areas)
2. Kemitraan Strategis (Strategic Partnerships)
3. Insentif Pemerintah (Government Incentives)
4. Pengembangan SDM (Human Resource Development)
5. Penguatan Riset dan Inovasi (Strengthening Research and Innovation)
Hal tersebut dapat menjadi kunci dalam memperkuat daya saing dan mendorong pertumbuhan industri nasional secara berkelanjutan. Tak hanya itu, Made menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan mitra yang memiliki visi selaras untuk Pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
“Indonesia membutuhkan mitra yang tidak hanya memiliki kemampuan teknologi, tetapi juga visi yang selaras untuk membangun masa depan energi berkelanjutan. APAMSI termasuk SEI siap menjadi jembatan kolaborasi yang konkret dengan sektor industri Tiongkok,” ujar Made di hadapan peserta forum.
Sebagai perusahaan pengembang energi terbarukan nasional yang telah berkiprah lebih dari satu dekade, SEI terus memperluas kiprahnya di bidang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), battery energy storage system, elektrifikasi daerah terpencil, serta pengembangan produk serupa di bidang energi terbarukan lainya. Keikutsertaan SEI dalam forum internasional ini mencerminkan posisi perusahaan sebagai mitra terpercaya dalam transformasi energi bersih Indonesia.
Dengan membawa pendekatan kolaboratif, SEI berharap dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat industri energi hijau di kawasan Asia Tenggara dan mendorong pencapaian target dekarbonisasi nasional secara lebih efektif.
Berita Lainnya
Semarak SEI Peringati Dirgahayu Indonesia
Perayaan perlombaan dan hiburan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia sukses dilaksanakan di PT. Surya Energi Indotama (SEI), Kamis (17/8/2023). Acara ini dihadiri oleh jajaran Direksi dan karyawan SEI. Mengusung tema “SEINDEPENDENCE DAY : Dengan Semangat Kemerdekaan, SEI satukan Langkah Wujudkan Kebersamaan”, atmosphere kemeriahan sudah terasa sejak awal bulan Agustus yang mana ragam perlombaan – perlombaan sudah mulai digelar.
Peringatan hari kemerdekaan tahun ini, perusahaan perdana melaksanakan kegiatan upacara bendera yang biasanya seringkali dilaksanakan di induk perusahaan, PT Len Industri (Persero), berlaku sebagai petugas upacara adalah seluruh pejabat structural perusahaan. Kegiatan upacara dimulai pada pukul 07.30 WIB, bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Senior Eksekutif General Manager Penjualan, Pemasaran dan Pengembangan Bisnis, Ridwan Kurnia dalam sesi amanat menyampaikan rasa syukur nikmat atas merdekanya bangsa Indonesia. Prosesi pengibaran bendera Indonesia berjalan khidmat dengan diiringi lagu kebangsaan yang disusul dengan pembacaan naskah proklamasi.
Sebelum berpindah pada rangkaian acara selanjutnya, diadakan coffee break dengan dijajakannya beragam jenis makanan serta minuman yang identik dengan “jajanan rakyat” seperti bajigur, kue cubit, tahu gejrot, bakso malang, es cendol, dll yang dapat dinikmati oleh Karyawan secara gratis.
Menginjak acara puncak yang diisi dengan perayaan perlombaan khas “Agustusan” seperti balap makan krupuk, balap karung, tarik tambang, dll yang diikuti dengan antusias oleh seluruh karyawan. Manajemen berharap penyelenggaraan kegiatan ini dapat menjadi sarana ajang soliditas karyawan SEI.
Acara ditutup dengan pengumuman juara bertabur hadiah dari beberapa perlombaan yang telah dilaksanakan, SEINDEPENDENCE DAY SUKSES!.**

