Bulan: Juli 2026
Tingkatkan Kualitas Proyek PLTS, Direktur Teknik & Operasi SEI Tinjau Langsung Instalasi 2,4 MWp di Astra Honda Motor
Bekasi (14/07/2026) – Dalam upaya memperkuat komitmen terhadap kualitas, keselamatan kerja, dan akurasi pelaksanaan proyek, jajaran manajemen SEI melaksanakan kegiatan Management Walkthrough (MWT) ke area operasional PLTS di PT Astra Honda Motor (AHM), Bekasi.
Kunjungan strategis ini dipimpin langsung oleh Direktur Teknik dan Operasi SEI, Ridwan Kurnia, dengan didampingi oleh jajaran manajemen serta tim teknis terkait. Fokus utama dari MWT kali ini adalah melakukan Monitoring & Evaluation menyeluruh terhadap implementasi Quality, Safety, and Project Execution on Site pada sistem PLTS yang memiliki kapasitas terpasang sebesar 2,4 MWp.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi manajemen untuk melihat secara langsung performa sistem di lapangan, memastikan seluruh standar keselamatan kerja dipatuhi tanpa celah, serta mengevaluasi kualitas eksekusi proyek pasca-pemasangan. Langkah preventif dan korektif ini dinilai krusial demi menjaga keberlanjutan pasokan energi bersih serta memberikan kepuasan maksimal bagi mitra.
Kehadiran jajaran direksi SEI di lapangan menegaskan bahwa keandalan sistem teknis dan keselamatan operasional jangka panjang menjadi prioritas utama perusahaan dalam mendukung transisi energi hijau di Indonesia.
Melalui kegiatan ini, SEI berkomitmen untuk terus mengoptimalkan prosedur standardisasi di seluruh proyek berjalan lainnya, sekaligus mempererat sinergi pemeliharaan bersama pihak Astra Honda Motor guna memastikan performa PLTS tetap berada di level tertinggi.
Berita Lainnya
Dukung Listrik Desa Berkelanjutan, SEI Dorong Industrialisasi Energi Terbarukan di Alignment Forum PLN
Jakarta (13/07/2026) – SEI menegaskan komitmen dan kesiapan dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui akselerasi program Listrik Desa (LISDES) berbasis energi bersih. Kesiapan ini disampaikan langsung oleh Direktur Pemasaran dan Pengembangan Bisnis SEI, Khanestyo, saat hadir sebagai panelis dalam Alignment Forum yang diselenggarakan oleh PT PLN (Persero) di Jakarta.
Forum strategis yang mengangkat tema “Percepatan Program Listrik Desa Berkelanjutan: Sinkronisasi Kebijakan, Kesiapan Industri, dan Transisi Energi untuk Mendukung Ketahanan Energi Nasional” ini menjadi wadah krusial bagi SEI untuk berkontribusi memberikan masukan taktis dari sisi pelaku industri energi terbarukan.
Pada sesi panel kedua yang membahas sub-tema "Sinkronisasi Kebijakan, Kesiapan Industri, dan Transisi Energi", SEI bersanding dengan para pemangku kepentingan kunci lainnya, mulai dari Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Pusat P3DN Kementerian Perindustrian, Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) yang diwakili Mada Ayu Habsari, akademisi Prof. Ir. Tumiran, M.Eng., Ph.D., IPU., hingga perwakilan FORKOPIMDA.

Sebagai salah satu pionir industri energi surya di Indonesia, SEI memanfaatkan momentum ini untuk menyuarakan aspek krusial yang dibutuhkan oleh dunia usaha guna mendukung penuh program pemerintah. Khanestyo menyatakan bahwa kapabilitas dan kapasitas industri domestik saat ini sudah sangat mumpuni.
"Pesan utama yang kami bawa adalah industri telah siap. Kapasitas sudah tersedia. Yang kita butuhkan sekarang untuk melangkah lebih jauh adalah permintaan (demand certainty) dan konsistensi kebijakan dari regulator," tegas Khanestyo.
Bagi SEI, program LISDES memiliki dimensi yang lebih besar daripada sekadar membuka akses interkoneksi listrik ke wilayah terpencil.
"Listrik Desa bukan sekadar proyek elektrifikasi. LISDES merupakan momentum penting untuk mendorong industrialisasi energi terbarukan yang lebih serius di Indonesia," tambah Khanestyo.
Kehadiran SEI dalam forum ini memberikan warna penting pada output dan rekomendasi kebijakan yang dihasilkan, khususnya terkait Akselerasi Transisi Energi Berbasis TKDN serta Peta Jalan Kesiapan Industri.
Melalui diskusi yang berjalan dinamis dan interaktif tersebut, SEI siap untuk merajut kolaborasi yang lebih kuat di fase berikutnya.
Berita Lainnya
Wall-E di Dunia Nyata: Mengenal Robot Penakluk Debu PLTS
Bandung - Seiring meningkatnya pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Indonesia, kebutuhan akan sistem operasi dan pemeliharaan yang lebih efisien juga semakin besar. Salah satu tantangan utama dalam pengoperasian PLTS adalah menjaga kebersihan permukaan panel surya. Debu, pasir, kotoran burung, hingga polusi yang menempel pada panel dapat mengurangi intensitas cahaya matahari yang diterima sehingga berdampak pada penurunan produksi energi.
Menjawab tantangan tersebut, kini hadir inovasi berupa Robot Pembersih Panel Surya Otomatis, sebuah teknologi yang mampu membersihkan permukaan panel secara otomatis tanpa memerlukan proses pembersihan manual yang memakan waktu, tenaga, dan memiliki risiko keselamatan bagi pekerja.
Layaknya karakter Wall-E dalam film animasi yang dikenal sebagai robot pembersih, teknologi ini hadir sebagai "penakluk debu" di dunia nyata. Bedanya, robot ini dirancang khusus untuk menjaga performa pembangkit listrik tenaga surya agar tetap menghasilkan energi secara optimal.

Robot pembersih yang digunakan SEI mengusung desain yang ringan dengan bobot hanya sekitar 12,7 kilogram, sehingga mudah dipindahkan dan dioperasikan oleh satu orang. Desain sikat lipat (foldable extra-long brush) sepanjang 1,3 meter memungkinkan area pembersihan menjadi lebih luas dalam sekali lintasan, sehingga proses pembersihan berlangsung lebih cepat dan efisien.
Robot ini mampu beroperasi pada panel surya dengan kemiringan hingga 15 derajat, serta secara otomatis menyesuaikan posisi ketika melewati celah antar panel. Teknologi tersebut memastikan tidak ada bagian panel yang terlewat selama proses pembersihan sehingga hasilnya lebih merata dan konsisten.
Selain itu, robot telah dilengkapi sistem kecepatan konstan (constant speed mode) yang memungkinkan proses pembersihan berlangsung stabil secara otomatis tanpa membutuhkan pengoperasian terus-menerus oleh operator.

Selain meningkatkan kualitas pembersihan, robot ini juga memberikan manfaat besar dari sisi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Pembersihan panel surya, khususnya pada PLTS atap maupun instalasi berskala besar, sering kali mengharuskan pekerja berada di area dengan risiko jatuh. Melalui robot ini, kebutuhan pekerja untuk berada langsung di atas area panel dapat dikurangi secara signifikan.
Seluruh proses pengoperasian dapat dilakukan menggunakan remote control maupun aplikasi, dengan jangkauan kendali hingga sekitar 100 meter. Hal ini memudahkan operator dalam melakukan monitoring dan pengendalian robot tanpa harus selalu berada di dekat area panel. Robot juga dirancang untuk bekerja secara otomatis sesuai jadwal yang telah ditentukan, sehingga proses pemeliharaan panel dapat berlangsung lebih konsisten dan terencana.
Sebagai perusahaan yang terus mendorong inovasi di bidang energi baru terbarukan, SEI memandang penggunaan robot pembersih panel surya sebagai bagian dari transformasi menuju pengelolaan pembangkit yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
Melalui penerapan teknologi seperti ini, SEI tidak hanya menjaga keandalan operasional PLTS, tetapi juga memperkuat komitmennya dalam menghadirkan solusi energi bersih yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan masa depan industri energi di Indonesia.**