Kategori: Berita
Wujudkan Tim Tanggap Darurat Yang Kompeten, SEI Adakan Pelatihan Penanggulangan Kebakaran dan Kecelakaan Kerja
BANDUNG - Tim HSE (Health, Safety, and Environment) PT Surya Energi Indotama (SEI) melakukan Pelatihan Kecelakaan Kerja/Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) pada Rabu (13/07) dan Penanggulangan Bencana Kebakaran pada Kamis (14/07) dengan peserta perwakilan karyawan dari tiap departemen. Pelatihan dipimpin langsung oleh Tim PMI Bandung dan Tim Pemadam Kebakaran Kota Bandung.
Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan terkait tanggap darurat saat terjadi kecelakaan kerja maupun kebakaran di lingkungan SEI, serta mampu melakukan simulasi bila hal tersebut terjadi. Peserta pelatihan juga diharapkan mampu memberikan penjelasan singkat pada tiap divisinya terkait sikap tanggap darurat yang benar, serta menjadi tim tanggap darurat yang kompeten di lingkungan SEI.

Acara pelatihan dimulai dengan pemaparan materi dan teori. Selanjutnya adalah praktik, baik itu pertolongan pada korban kecelakaan kerja maupun tata cara penggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) ketika terjadi kebakaran. Pada akhir sesi, dilaksanakan pula simulasi kebakaran yang melibatkan seluruh karyawan SEI.
Dalam hal ini, melalui Tim HSE, PT Surya Energi Indotama sebagai anak perusahaan PT Len Industri (Persero) yang juga salah satu perusahaan pionir dalam pengembangan EBT berkomitmen untuk tetap menjaga kemanan dan keselamatan kerja seluruh karyawan SEI.

“Pelatihan ini tentunya sebagai upaya peningkatan kompetensi karyawan dengan memberikan pemahaman terkait tanggap darurat saat terjadi kecelakaan kerja, kebakaran, penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), dan mampu melakukan simulasi sebagai persiapan saat terjadi yang sebenarnya,” ujar Gintang Sulung selaku Tim HSE SEI.
Gintang juga menyampaikan bahwa dari pelatihan ini, diharapkan karyawan dapat mengimplementasikan dengan baik ilmu yang didapat untuk meminimalisir dampak atau kerugian yang terjadi, serta menjadikan keselamatan kerja sebagai bagian bersama dari karyawan SEI. Hal ini tentunya sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.

Berita Lainnya
Kolaborasi Antar Anak Perusahaan BUMN, SEI dan IFPRO Pasang PLTS di Terminal Eksekutif Merak dan Bakauheuni
Cilegon (8/7/2022) – Terminal Eksekutif Sosoro Merak dan Anjungan Agung Bakauheuni kini telah terintegrasi dengan energi listrik dari solar panel atau tenaga surya. Indonesia Ferry Properti (IFRPO) sebagai anak perusahaan ASDP yang merupakan penyedia dan pengelola Terminal Eksekutif Sosoro Merak dan Anjungan Agung Bakauheuni telah memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dari PT Surya Energi Indotama (SEI).
IFPRO mengkategorisasikan pengelolaan berbasis lingkungan ini sebagai bentuk penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT). Solar panel di Terminal Eksekutif Sosoro Merak dan Anjungan Agung Bakauheuni adalah contoh penggunaan EBT sebagai wujud peduli lingkungan. Instalasi ini merupakan kerja sama IFPRO dengan SEI yang sama-sama merupakan Anak Perusahaan BUMN sebagai bentuk kolaborasi dalam wujud peduli lingkungan dan dukungan terhadap program pemerintah dalam mencapai komitmen net zero di tahun 2060.
"Kerja sama pemanfaatan PLTS antara IFPRO dan SEI adalah wujud sinergi dan kolaborasi antara 2 anak perusahaan BUMN. Pemasangan PLTS ini menunjukkan komitmen bersama untuk mendukung bisnis berbasis lingkungan, sosial dan tata kelola perusahaan / Environmental Social Governance (ESG) yang ditingkatkan dari tahun ke tahun. Semoga kerja sama ini membawa dampak positif dalam upaya mendukung pemerintah mencapai komitmen net zero emission di tahun 2060 nanti," ujar I Made Sandika selaku Direktur Pemasaran dan Pengembangan Bisnis SEI.

Energi surya yang terpasang di Terminal Eksekutif IFPRO menggunakan sistem PLTS On Grid. Pada sistem ini, PLTS tetap terhubung dengan jaringan listrik milik PLN. Energi yang dihasilkan dari solar panel akan diubah oleh inverter dari arus listrik searah (DC) menjadi arus bolak-balik (AC) yang dapat dimanfaatkan langsung untuk kebutuhan listrik. Adapun kapasitas panel yang terpasang adalah 324 kWp di Terminal Eksekutif Sosoro Merak, dan 189 KWp di Terminal Eksekutif Anjungan Agung Bakauheuni.
Kerja sama antara IFPRO dan SEI ini memiliki skema Bangun Guna Serah atau Build Operate Transfer (BOT). Dengan skema ini, SEI akan membangun dan membiayai instalasi solar panel seutuhnya dan berhak digunakan IFPRO selama masa kontrak pemakaian 20 tahun. Setelah 20 tahun, solar panel ini akan diserah terimakan sebagai aset IFPRO. Dengan begini, IFPRO tidak mengeluarkan biaya investasi instalasi solar panel sama sekali (zero capex). Sebaliknya, IFPRO dapat menghemat biaya beban listrik dengan nilai efisiensi tertentu yang telah disepakati.
Ferry Snyders selaku Direktur Utama IFPRO menyatakan bahwa program ini akan memberikan banyak manfaat, baik dalam aspek finansial operasional maupun lingkungan.
“Dengan pola kerja sama ini, IFPRO diuntungkan secara menyeluruh karena selain penghematan secara finansial dan ekonomi pada biaya opersional dan tidak memerlukan biaya investasi, IFPRO juga memberikan dampak positif terhadap lingkungan berupa pengurangan emisi karena telah beralih kepada sumber energi yang berbasis energi terbarukan,” ujar Ferry Snyders selaku Direktur Utama Indonesia Ferry Property.
Berita Lainnya
SEI Sehat Dengan Skor AAA, PT Len Industri (Persero) Berikan Apresiasi
Bandung, (30/06/2022) – PT Surya Energi Indotama sebagai salah satu anak perusahaan PT Len Industri (Persero) pada hari Kamis kemarin melaksanakan RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) bersama dengan anak perusahaan lainnya bertempat di kantor PT Len Industri (Persero) Bandung, Jawa Barat.
Rapat ini dihadiri langsung Indarto Pamoengkas selaku Komisaris SEI, Bambang Iswanto selaku Direktur Utama SEI, I Made Sandika Dwiantara selaku Direktur Pemasaran dan Pengembangan Bisnis, dan Fajar Miftahul Falah selaku Direktur Teknik dan Operasi. Dalam hal ini Wahyu Sofiadi Direktur Bisnis dan Kerjasama PT Len Industri (Persero) bertindak sebagai pemimpin acara RUPS.

PT Surya Energi Indotama menyampaikan Laporan Kinerja 2021 kepada PT Len Industri (Persero) sebagai induk holding dan pemegang saham mayoritas.
Di tahun 2021 SEI berhasil meraup pencapaian pendapatan sebesar 1,04 trilyun rupiah atau 202,07% dari target RKAP 2021. Hasil pencapaian ini berdasarkan kontrak yang diperoleh baik atas proyek Carry Over dan proyek baru.
Sementara itu, realisasi EBITDA yang diperoleh SEI sebesar 164,93 milyar dan perolehan laba bersih tahun 2021 sebesar 142,58 milyar atau 299,16% dari target laba 2021 sebesar 47,66 milyar.

Pencapaian SEI pada tahun 2021 ini mendapat apresiasi dari jajaran Direksi PT Len Industri (Persero) selaku pemegang saham mayoritas dan PT Eltran Indonesia selaku pemegang saham minoritas. Tazar Marta Kurniawan selaku Direktur Teknologi PT Len Industri (Persero) mengapresiasi pencapaian yang dihasilkan dari SEI selama tahun 2021.
“Atas nama pemegang saham kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran perusahaan, utamanya terhadap indikator kinerja perusahaan yang mampu mencapai target RKAP dan/atau meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya” ujarnya.

Secara umum SEI mampu meningkatkan pendapatan usaha, EBITDA, CFO, laba bersih, dan juga Tingkat Kesehatan Perusahaan dengan skor Sehat AAA.
Tazar Marta Kurniawan selaku Pembaca Tanggapan Pemegang Saham Mayoritas pada RUPS lalu juga mengingatkan kepada Dewan Komisaris, Direksi dan jajaran perusahaan dalam menjalankan setiap kegiatan untuk terus berpedoman kepada ketentuan perundang-undangan, menerapkan prinsip Good Corporate Governance dan manajemen resiko secara konsisten, serta internalisasi core values AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif) secara berkelanjutan.
Berita Lainnya
Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI ke PT SEI: Fokus Pada Huluisasi Industri PLTS dan Koneksi Listrik Daerah 3T
Bandung, (24/06/22) – PT Surya Energi Indotama (PT SEI) menjadi salah satu perusahaan tujuan Komisi VII DPR RI dalam melakukan rangkaian Kunjungan Kerja Komisi VII DPR RI yang membidangi energi dan perindustrian. Kunjungan Kerja Spesifik ini menyasar pada diskusi pengembangan infrastruktur energi baru terbarukan, khususnya panel surya di Indonesia.
Diskusi dihadiri oleh Anggota Komisi VII DPR RI yang dipimpin oleh H. Eddy Soeparno S.H., M.H. selaku Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Bambang Iswanto selaku Dirut PT SEI, Wiluyo Kusdwiharto selaku Direktur Mega Proyek dan EBT PT PLN, Andriah Feby Misna, S.T., M.T selaku Dir. Aneka EBT ESDM, M. Arifin selaku Sekretaris Ditjen ILMATE, Liliek Widodo selaku Dir. Industri Logam Kemenperin, dan Linus Andor Mulana Sijabat selaku Direktur Strategi Bisnis & Portofolio PT Len Industri (Persero).

Salah satu tujuan Kunjungan Kerja Spesifik ini adalah mendapatkan gambaran permasalahan yang dihadapi serta dukungan yang diharapkan oleh PT Len dan PT SEI dalam rangka pengembangan infrastruktur panel surya di Indonesia, serta mengetahui efektivitas peran yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi oleh masyarakat di daerah.
Tujuan tersebut dilatarbelakangi oleh fakta-fakta bahwa saat ini telah terbuka peluang yang sangat besar bagi industri dalam negeri untuk melakukan pengembangan bisnis di sektor PLTS. Akan tetapi, kapasitas produksi di Indonesia masih lama dan mahal dibandingkan negara lainnya. Ditambah lagi dengan belum terintegrasinya komponen industri panel surya dari hulu hingga hilir.

Sebagai pionir perusahaan panel surya di Indonesia yang telah berkiprah selama 14 tahun, PT SEI selalu berupaya dalam mengembangkan industri panel surya agar cepat diterima di masyarakat. Pada kunjungan kali ini, selain membahas mengenai huluisasi, Bambang Iswanto selaku Direktur Utama PT SEI juga menekankan bahwa PLTS harus dapat hadir menjadi solusi di daerah 3T (Terluar, Tertinggal, Terdepan).
“Daerah 3T inilah yang menjadi fokus kita dimana masyarakat disana pun memiliki hak untuk mendapatkan akses listrik, dan PLTS bisa menjadi solusi,” ujar Bambang Iswanto.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno pun mengatakan bahwa masih banyak daerah 3T yang masih belum terkoneksi listrik secara menyeluruh. Padahal dengan curah matahari yang melimpah di Indonesia, dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan panel surya di daerah tersebut.
“Daerah-daerah yang menjadi prioritas dalam pengembangan ini ialah daerah yang masih belum terkoneksi listrik secara komprehensif terutama di daerah 3T. Dan apabila pemerintah bisa memprogramkan hal ini mungkin dari sektor industri itu bisa hidup kemudian dilain pihak juga didaerah-daerah yang masih menyandang 3T itu bisa terbantukan,” jelas politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.

PT SEI sudah lama aktif membangun sistem PLTS di daerah 3T. Salah satunya dengan membangun Tower Sinyal BTS bertenaga surya di daerah-daerah pelosok. Dengan dukungan dari pemerintah, harapannya PLTS ini akan menjadi solusi terdepan bagi seluruh daerah 3T yang ada di Indonesia. Maka lengkaplah sudah, mulai dari fokus huluisasi hingga implementasi hilir yang bermanfaat bagi masyarakat.
PLTS merupakan salah satu program prioritas pemerintah untuk mencapai target pengembangan EBT sebesar 23% di tahun 2025. Potensi energi surya di Indonesia juga sangat tinggi dan mulai memiliki harga yang kompetitif. Maka dari itu, diperlukan sinergi antara Pemerintah sebagai regulator, PLN sebagai operator, pihak industri sebagai produsen, serta masyarakat sebagai konsumen sehingga mampu untuk mengakselerasi pemanfaatan potensi energi surya secepatnya.
Berita Lainnya
Kerja Sama PT SEI dalam Pengembangan SDM Kompeten Bersama Renewable Energy Skill Development Project
Bandung, (08/06/2022) - Sebagai salah satu upaya peningkatan kualitas pelajar dan juga pengetahuan dalam bidang energi terbarukan, dalam hal ini PT SEI melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan GFA Consulting Group sebagai pelaksana proyek yang dimandatkan oleh Pemerintah Swiss - Pemerintah Republik Indonesia untuk implementasi proyek RESD (Renewable Energy Skill Development) yang dimana bertujuan untuk mendukung perancangan, perencanaan, pemasangan, pengoperasian dan pemeliharaan pembangkit listrik terbarukan di Indonesia secara kompeten melalui penyediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.
Nota kesepahaman ini ditandatangani oleh Fajar Miftahul Falah selaku Direktur Teknik dan Operasi PT SEI dan juga Martin Stottele selaku RESD Team Leader. Acara yang dilakukan di kantor PT SEI ini juga turut dihadiri oleh GM Engineering PT SEI Eric Agustian, GM Manajemen Proyek, Produksi dan Purnajual Feni Khairulvani, dan Manager SDM Marulina Tantra. Sementara dari pihak RESD turut hadir Bakhtiyar Salam selaku RESD Component Manager - Formal Education, dan Dian Elvira Rosa selaku RESD Component Manager - Communications.

Kerja sama ini dilandasi oleh kesepakatan kedua belah pihak untuk menigkatkan kualitas lulusan Balai Latihan Kerja (BLK) yang saat ini sudah berganti nama menjadi Balai Pelatihan Vokasi dan Produktifitas (BPVP) dan juga Politeknik yang berada di bawah rangkaian RESD. Lembaga pelatihan yang terpilih untuk mendapat manfaat dari proyek ini diantaranya BPVP Ambon, BPVP Banda Aceh, BPVP Lombok Timur, BPVP Ternate, dan PPSDM-KEBTKE. Sementara untuk Politeknik yang berada di bawah naungan RESD antara lain Politeknik Energi & Mineral PEMAKAMIGAS Cepu, Polteknik Negeri Bali, Polteknik Negeri Ujung Pandang, Polteknik Negeri Jakarta, Politeknik Negeri Manado. Penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan kesempatan bagi PT SEI untuk turut andil mengembangkan pendidikan khususnya di bidang energi terbarukan dengan ikut memberikan masukan terhadap kurikulum energi terbarukan, memberikan pelatihan di BPVP terpilih, serta memberikan kesempatan kerja lapangan untuk Politeknik terpilih yang nantinya mahasiswa bisa ditempatkan di berbagai siteproject atau departemen yang bisa menjadi sarana belajar untuk para peserta.

Berita Lainnya
Perluas Edukasi Energy Sustainability, PT SEI bersama LenSOLAR Hadirkan Booth Stand di Pagelaran Indonesia Kirana 2022 Jakarta dan Bandung
Jakarta, (31/05/22) - Menjadi perusahaan yang bergerak dalam bidang energi baru terbarukan, PT SEI terus berusaha memaksimalkan penyebaran informasi tentang pentingnya energy sustainability dalam penggunaan PLTS. Hal tersebut membawa PT SEI untuk membuka booth stand bersama LenSolar di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) dalam acara Konser Pra-Kompetisi Indonesia Kirana 2022.
Acara tersebut merupakan konser dari Paduan Suara Mahasiswa Universitas Padjadjaran (PSM Unpad) sebagai rangkaian keberangkatan mereka dalam kompetisi European Grand Prix For Choral Singing pada pertengahan Juni mendatang. Kegiatan yang dihadiri lebih dari 300 penonton tersebut, menjadi potensi bagi SEI untuk dapat menyebarluaskan informasi PLTS sebagai total solusi bagi masyarakat.
Pada booth stand yang tersedia, pengunjung disuguhkan dengan informasi mengenai pemasangan PLTS Atap di rumah yang berguna untuk penghematan energi listrik. LenSOLAR juga menyediakan promo khusus pengunjung Pagelaran Indonesia Kirana berupa diskon 15% dan cicilan 0% dengan tenor 12 bulan.

Banyaknya penonton yang hadir juga didukung dengan berbagai kalangan dan latar belakang yang berbeda, sehingga hal tersebut menjadi sebuah nilai positif bagi PT SEI untuk menambah segmentasi target edukasi. Kehadiran PT SEI dalam kegiatan ini tentunya menjadi salah satu bentuk dukungan bagi teman-teman PSM Unpad untuk terus melaju membanggakan nama Indonesia. SEI menyadari bahwa anak-anak muda adalah penerus bangsa, segala bentuk dukungan bagi mereka, akan sangat berarti bagi keberlangsungan generasi bangsa.
Melihat antusiasme dari pengunjung pagelaran, PT SEI bersama LenSOLAR akan hadir pada 3 Juni mendatang untuk kembali membuka booth stand di konser Pra-Kompetisi Indonesia Kirana 2022 yang akan diselenggarakan di Grha Sanusi Hardjadinata, Universitas Padjadjaran Bandung. Jangan lupa untuk tonton Pagelaran Indonesia Kirana dan kunjungi booth stand PT SEI bersama LenSOLAR ya!

Berita Lainnya
Keren! Masyarakat Antusias Ikuti Live Streaming dan Talkshow Bisnis LenSOLAR bersama PRFM Bandung
Bandung, (30/05/22) - Demi meningkatkan pemahaman tentang tren PLTS di kalangan urban, LenSOLAR bekerjasama dengan PRFM mengadakan Talkshow Bisnis dengan tema “Tren Baru Energi Surya Bagi Masyarakat Urban” yang dilakukan secara live streaming di Instagram @lensolar.id dan @prfmnews , serta on air di 107,5 FM pada Senin (30/05), pukul 08.00-09.00 WIB.
I Made Sandika Dwiantara selaku Direktur Pemasaran dan Pengembangan Bisnis menjadi pembicara utama yang memaparkan bagaimana penggunaan PLTS yang mulai menjadi tren di kalangan urban. “Tahun 2021-2022 ini bisa dibilang industri (tenaga surya) sedang sunrise. Dengan adanya isu-isu dan sekarang kita jadi tuan rumah G20 terkait energy sustainability, kita semakin mudah untuk melakukan penetrasi penggunaan PLTS. Saat ini cukup mudah untuk mengajak masyarakat beralih ke tenaga surya. Mayoritas berada di kalangan urban,” ujar Made.

Meskipun talkshow ini disiarkan pagi hari, antusiasme masyarakat pendengar PRFM dan live streaming Instagram sangatlah tinggi. Pertanyaan silih berganti disampaikan sehingga membuat talkshow yang dipandu oleh Donna selaku penyiar PRFM saat itu semakin seru dan penuh dengan informasi. Mulai dari pertanyaan tentang sistem integrasi dengan listrik konvensional, lahan yang dibutuhkan untuk pemasangan PLTS, hingga pricelist dan promo yang ditawarkan. Beberapa pendengar PRFM juga menyampaikan ketertarikannya untuk menggunakan tenaga surya sebagai solusi penghematan listrik di perkotaan.
Dengan adanya talkshow ini, PT SEI bersama LenSOLAR berharap masyarakat semakin yakin untuk beralih menggunakan energi baru terbarukan. Bagi masyarakat yang sudah memiliki niat untuk mengaplikasikan tenaga surya di rumahnya, talkshow ini menjadi sarana perkenalan perusahaan kepada masyarakat untuk menjadi partner dalam visi penghematan energi dan pengurangan emisi karbon di lingkungan kita. (**)
Berita Lainnya
Pelabuhan Merak dan Bakauheuni Segera Dialiri Listrik Tenaga Surya!
Cilegon (24/05/22), Tidak hanya di lingkungan perkantoran atau residensial, pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) pun kini mulai diterapkan di area pelabuhan. Salah satu yang mengaplikasikannya adalah Pelabuhan Merak di Banten dan Bakauheuni di Lampung.
Selain tentunya bertujuan untuk mendapatkan penghematan dan efisiensi beban listrik di lingkungan pelabuhan, pembangunan PLTS ini juga didasari atas kerja sama antara BUMN lewat program sinergi BUMN, terkait dengan pemanfaatan dan penggunaan EBT di lingkungan BUMN.
Proses pembangunan PLTS ini telah dimulai berdasarkan kerja sama antara PT Indonesia Ferry Properti (PT IFPRO) dan PT Surya Energi Indotama (PT SEI) sebagai anak perusahaan BUMN PT Len Industri (Persero). Dengan skema Build Operate Transfer (BOT), PLTS akan dipasang di area atap Sosoro Mall Terminal Eksekutif Merak sebesar 324 kwp, dan Anjungan Agung Mall Terminal Eksekutif Bakauheuni sebesar 189 kwp dengan total keseluruhan kapasitas 513 kwp.
Bagi PT SEI, proyek ini merupakan salah satu pencapaian sebagai developer di bidang tenaga surya. Transformasi PT SEI yang sebelumnya banyak berperan sebagai EPC akan terus berkembang menjadi perusahaan developer tenaga surya yang memiliki kapabilitas dan kualitas baik. Hingga saat ini, progres pembangunan PLTS masih terus berjalan. Harapannya, akhir Mei 2022 ini seluruh PLTS sudah bisa terpasang sehingga beberapa fasilitas di Terminal Eksekutif Pelabuhan Merak dan Bakauheuni bisa segera dialiri listrik dari tenaga surya. Ini merupakan bagian dari bagaimana kita mendukung penggunaan energi bersih yang lebih ramah lingkungan dan mengurangi produksi emisi karbon di bumi kita.(**)
Berita Lainnya
Kunjungi PT Len, Pemerintah Zimbabwe Kembali Jajaki Kerja Sama di Bidang Energi Tenaga Surya
Bandung, (20/05/22) Wakil Presiden sekaligus Menteri Kesehatan dan Perlindungan Anak Zimbabwe, Constantino Chiwenga melakukan kunjungan ke PT Len Industri (Persero) pada Jumat (20/05). Dengan didampingi oleh Menteri Pertanahan, Pertanian Perikanan, Air & Pemukiman Zimbabwe Hon. J. Masuka, Duta Besar Zimbabwe untuk Indonesia Shofia Nyamudeza, Duta Besar RI untuk Zimbabwe Y.M. Dewa Made Juniarta Sastrawan, serta delegasi lainnya, rombongan bermaksud menjajaki potensi kerja sama dengan anak perusahaan PT Len, yaitu PT LRS dalam bidang teknologi kereta api dan PT SEI dalam bidang tenaga surya.

Kunjungan ini merupakan kali kedua dimana Pemerintah Zimbabwe menjajaki kerja sama, khususnya di bidang energi tenaga surya. Duta besar Zimbabwe untuk Indonesia Shofia Nyamudeza pernah mengunjungi PT Len pada tahun 2020 dengan didampingi oleh Direktur Utama PT Surya Energi Indotama (PT SEI), Bambang Iswanto, dalam diskusi potensi kerja sama pembangunan PLTS di Zimbabwe. Bahkan pada tahun 2019, PT SEI sudah pernah melakukan survey ke Zimbabwe untuk penjajakan kerja sama tersebut.
Direktur Pemasaran & Pengembangan Bisnis PT SEI, I Made Sandika, dalam presentasinya di hadapan delegasi kunjungan menjelaskan bagaimana PT SEI dapat menyediakan produk, servis dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Off Grid & On Grid PV System, Hybrid PV System dan lainnya.

“Sejak tahun 2019, PT SEI telah menginisiasi kolaborasi dengan Zimbabwe Power Company (ZPC), Zimbabwe Energy Regulatory Authority (ZERA), maupun Rural Electrification Fund (REF), serta Ministry of Energy and Power Development (MoEPD),” tambah Made.
Selain untuk menaggulangi krisis energi, kehadiran PLTS juga dilirik Menteri Pertahanan, Pertanian Perikanan, Air & Pemukiman Zimbabwe, Hon J. Masuka untuk membuat suatu sistem petanian terintegrasi dengan pengadaan pompa air bertenaga surya. Hal ini dijelaskan oleh Dewa Made selaku Duta Besar Indonesia untuk Zimbabwe.

“Mereka ingin membuat sistem pertanian terintegrasi. Setelah menyiapkan traktor dan alat-alat pertanian, karena kondisi air disana juga cukup sulit maka mereka ingin membuat pompa air yang sumber energinya dari tenaga surya.”
PT SEI selalu siap untuk seluruh peluang kerja sama, baik sebagai EPC maupun Developer. Hal ini sesuai dengan tagline dan semangat PT SEI tahun ini yaitu “Transformation To Be Future Developer”. PT SEI juga mampu untuk melebarkan portofolio bisnisnya ke luar negeri demi kemajuan dan eksistensi perusahaan. Dipenghujung kunjungan, rombongan tamu delegasi juga meninjau langsung fasilitas produksi di PT Len industri, mulai dari elektronik sistem persinyalan kereta api hingga pabrikasi modul surya yang memiliki kapasitas produksi 71 MWp/tahun. (**)


Berita Lainnya
Terobosan PT SEI Bangun Pabrik Ice Maker dan Cold Storge Hasil Kerja Sama dengan Pemprov Kepulauan Bangka Belitung
(Bangka Selatan, 10/05/22) Ground Breaking Pembangunan Pabrik Ice Maker dan Cold Storage Bertenaga Surya yang merupakan hasil kerja sama Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan PT Surya Energi Indotama (PT SEI) telah diselenggarakan. Bertempat di Tukak Sadai, Kab. Bangka Selatan, acara ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Kep. Bangka Belitung Drs. Abdul Fatah, Pewakilan Pemkab. Bangka Selatan, PT SEI sebagai investor, Forkopimda, Bumdes, aparatur desa, dan perwakilan nelayan dari 5 desa sekitar.
Pada acara tersebut, Abdul Fatah meletakkan material pasir sebagai simbolis dimulainya pembangunan. Bersamanya, Bambang Iswanto selaku Direktur Utama PT SEI, Musani selaku Wakil Ketua DPRD Kab. Bangka Selatan, Haris Setiawan sekalu Perwakilan Pemkab. Bangka Selatan, dan Joko Isnawan selaku Kapolres Bangka Selatan turut andil dalam prosesi simbolis tersebut.
“Ini (pembangunan) adalah sebuah harapan untuk kemajuan ekonomi masyarakat, khususnya di Desa Tukak Sadai”, ujar Abdul Fatah.
Pembangunan Pabrik Ice Maker dan Cold Storage Bertenaga Surya merupakan salah satu jawaban dari permasalahan para nelayan di Bangka Belitung, khususnya Tukak Sadai. Daya tahan kesegaran ikan, udang, atau tangkapan laut lainnya yang terbatas terjadi karena tidak tercukupinya kebutuhan es atau pendingin dalam proses penyimpanan sementara maupun pengiriman. Nelayan pun tak dapat menjual hasil tangkapan ke daerah yang lebih jauh atau menyimpan hasil tangkapan yang lebih lama.


Dengan adanya ketersedian es yang lebih banyak dari Pabrik Ice Maker, nelayan dapat memanfaatkannya untuk menjaga kesegaran hasil tangkapan. Terlebih lagi permintaan es bagi nelayan di Tukak Sadai yang digadang sebagai desa nomor 2 penyumbang hasil tangkapan ikan tertinggi di Bangka ini baru tercukupi 28 ton dari kebutuhan sekitar 80 ton/hari.
Pembangunan ini telah digagas bersama antara pemerintah provinsi dengan PT SEI. Sebagai perusahaan yang memiliki visi sebagai solusi permasalahan masyarakat, PT SEI yang juga merupakan anak perusahaan dari PT Len Industri (persero) dan bagian dari Holding BUMN Industri Pertahanan DEFEND ID, siap untuk menjadi bagian dari solusi tersebut.
Selain dapat berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan es dan pendingin hasil tangkapan nelayan di Bangka Belitung, Pabrik Ice Maker dan Cold Storage Bertenaga Surya ini juga mampu menjawab kebutuhan energi bersih dan pengurangan emisi karbon dari PLTS yang terpasang.
“Ini adalah suatu kondisi pembangunan yang betul-betul bagus dan sangat baik. Kita menggunakan Energi Baru Terbarukan dengan tenaga surya. Mudah-mudahan Ground Break pada hari ini adalah menjadi nyata besok dan lusa, serta bermanfaat bagi kita,” ujar Abdul Fatah dalam sambutannya.


Tukak Sadai di Kabupaten Bangka Selatan ini akan menjadi pilot project pembangunan Pabrik Ice Maker dan Cold Storage yang tidak menutup kemungkinan akan dibangun di desa-desa lainnya. “Ini adalah satu percontohan bagaimana membangun ice maker dan cold storage menjadi satu kesatuan integrasi. Tentu saja jika setelah ini kita lakukan, tidak menutup kemungkinan implementasi ini akan dilakukan di daerah lainnya,” Ujar Bambang Iswanto dalam sambutannya.
Besar harapan bagi Pemprov Kepulauan Bangka Belitung agar pembangunan seperti ini akan berlanjut dan menjadi pemantik ke daerah-daerah lainnya sebagai upaya peningkatan ekonomi masyarakat sekitar. Bagi PT SEI, besar harapan pembangunan ini dapat menjadi langkah baru dari bagaimana perusahaan dapat memberikan solusi bagi masyarakat.