Bulan: Oktober 2026
Energi Terbarukan untuk Pedesaan, SEI Bagikan Pengalaman di Konferensi Internasional
Bandung (20/10/2026) – Pemanfaatan energi terbarukan tidak hanya membuka akses listrik, tetapi juga menghadirkan peluang bagi masyarakat pedesaan untuk meningkatkan produktivitas dan memperkuat perekonomian lokal. Perspektif tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam 6th International Conference on Rural Development and Community Empowerment yang diselenggarakan oleh Pusat Pemberdayaan Perdesaan Institut Teknologi Bandung (P2D-ITB) di kampus ITB Bandung, dengan menghadirkan Direktur Pemasaran dan Pengembangan Bisnis SEI, Khanestyo, sebagai salah satu pembicara.
Dalam sesi pemaparannya, SEI menyoroti bahwa elektrifikasi bukan sekedar menghadirkan akses energi, melainkan juga memastikan energi tersedia secara andal, terjangkau, dan mampu mendukung kegiatan produktif masyarakat. Oleh karena itu, energi terbarukan dapat menjadi salah satu fondasi utama dalam meningkatkan kesejahteraan Masyarakat sekaligus memperkuat perekonomian lokal.
Khanestyo menjelaskan bahwa meskipun rasio elektrifikasi nasional di Indonesia telah mencapai 99,83 % pada tahun 2025, tantangan penyediaan energi di wilayah pedesaan masih berkaitan dengan pasokan, biaya, serta pemanfaatan Listrik untuk kegiatan produktif. Kondisi geografis yang beragam juga membutuhkan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing wilayah.
Dalam acara tersebut SEI membagikan pengalamanya dari implementasi energi terbarukan dan bagaimana akses energi dapat memberikan manfaat secara nyata. Salah satunya adalah sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) komunal di Sumba, yang mendukung kebutuhan listrik masyarakat, aktivitas pendidikan, serta pengembangan bisnis lokal.

Partisipasi SEI dalam konferensi ini menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai pengembangan solusi energi terbarukan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui pendekatan Beyond Electrification, SEI mendorong bahwa keberhasilan elektrifikasi tidak berhenti ketika energi tersedia, tetapi ketika energi mampu menciptakan akses terhadap peluang, memperkuat ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Energi terbarukan diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak transformasi pedesaan menuju masa depan yang lebih mandiri, produktif, dan berkelanjutan.
Berita Lainnya
Dorong Transisi Energi Terbarukan di Bali, SEI Bagikan Pengalaman Proyek PLTS dan BESS di Nusa Penida
Bali (14/10/2026) – Upaya mempercepat transisi energi dan mencapai target Bali Net Zero Emission 2045 membutuhkan kolaborasi lintas sektor, kesiapan proyek, serta dukungan pembiayaan dan implementasi yang tepat. Hal ini menjadi salah satu fokus pembahasan dalam Bali Climate Week 2026 bertema “Local Climate Action: Reimagining What The Transition Means for All” yang diselenggarakan di Prime Plaza Hotel Sanur, Bali.
Forum ini mempertemukan pemerintah, pelaku industri, lembaga pembiayaan, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya untuk membahas penguatan aksi iklim lokal, termasuk pengembangan energi terbarukan dan target penggunaan 100% energi terbarukan di Nusa Penida.
Dalam forum tersebut, PT Surya Energi Indotama (SEI) melalui Direktur Pemasaran dan Pengembangan Bisnis, Khanestyo, berbagi perspektif industri mengenai tantangan dan faktor pendukung implementasi proyek energi terbarukan, khususnya terkait pembiayaan energi berkelanjutan dan peran sektor swasta.
SEI turut membagikan pengalaman dalam proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 4,5 MWp dan Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 3 MWh di Nusa Penida. Dalam proyek milik PLN Indonesia Power tersebut, SEI berperan sebagai pelaksana Engineering, Procurement, and Construction (EPC).
Pelaksanaan proyek menghadapi tantangan teknis berupa kontur pegunungan dengan lereng curam serta keterbatasan akses menuju lokasi. Kondisi ini menuntut perencanaan teknis yang matang dan pengelolaan logistik serta konstruksi yang cermat. Pengalaman tersebut menegaskan pentingnya kesiapan proyek sejak tahap awal untuk mendukung keberhasilan implementasi energi terbarukan.
Melalui partisipasi ini, SEI memperkuat kontribusinya dalam mendorong kolaborasi antara pemerintah dan sektor industri guna mempercepat pengembangan energi terbarukan serta mendukung pencapaian Bali Net Zero Emission 2045 dan target 100% energi terbarukan di Nusa Penida.
Berita Lainnya
SEI Tampilkan Energy Intelligence Platform di Len Techno Day 2026
Bandung (07/10/2026) – SEI turut menjadi bagian dalam rangkaian peringatan HUT 35 tahun PT Len Industri (Persero) melalui forum Len Techno Day 2026 yang mengusung tema “Future of Defence Electronics” di ITB Innovation Park Bandung Technopolis.
Turut hadir jajaran direksi SEI, diantaranya Direktur Utama Tarmizi Kemal Fasya Lubis, Direktur Teknik dan Operasi Muhammad Daud Fahreza dan Direktur Pemasaran dan Pengembangan Bisnis Khanestyo beserja jajaran.
Forum tersebut mempertemukan sekitar 150 penggerak ekosistem, mulai dari pemerintah, TNI, Danantara, BUMN, akademisi, industri, peneliti, technology partners, hingga media. SEI hadir menjadi bagian dari upaya memperlihatkan bagaimana teknologi dan kompetensi di dalam ekosistem Len dapat dikembangkan untuk menjawab kebutuhan di berbagai sektor, termasuk sektor energi.
SEI memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkenalkan kapabilitas dan Solusi teknologi di bidang energi terbarukan, salah satunya melalui Energy Intelligence Platform. Platform tersebut dirancang untuk memantau kondisi PLTS dan layanan Listrik secara real time, sekaligus menyediakan dashboard eksekutif dengan memberikan visibilitas terhadap kondisi sistem dan indikator kinerja.

Energy Intelligence Platform juga menghadirkan kemampuan advanced energy analytics untuk menganalisis data, memahami penyebab permasalahan, memprediksi resiko, serta mengukur dampak terhadap layanan listrik. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk memprediksi produksi energi, identifikasi Risiko kerusakan, serta memperkirakan sisa umur komponen utama pada PLTS.
SEI juga memperkenalkan kemampuan operational recommendation yang mengubah data operasional menjadi rekomendasi tindakan dan prioritas pemeliharaan yang tepat. Melalui fitur early warning dan alarm yang terintegrasi, sistem dapat membantu mendeteksi potensi gangguan lebih dini sekaligus mendukung optimalisasi operasi untuk meningkatkan keandalan dan efisiensi PLTS.
Selain itu, Energy Intelligence platform memiliki fitur forecasting services yang memanfaatkan data historis pembangkit dan prakiraan cuaca untuk memprediksi produksi energi PLTS serta mengenali penyimpangan kinerja lebih awal. Pada sistem hybrid, kemampuan tersebut juga dapat mendukung perencanaan pengoperasian baterai dan genset sehingga pengelolaan energi dapat dilakukan secara terukur.
Partisipasi SEI dalam Len Techno Day 2026 tidak hanya sebagai media untuk memperkenalkan Solusi teknologi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperlihatkan arah pengembangan energi terbarukan dan kolaborasi dengan akademik, industri, dan pemerintah.
Berita Lainnya
SEI Berbagi Perspektif Industri Energi Surya dalam forum Energy Week 2026
Jakarta – SEI turut mengambil bagian dalam pembahasan masa depan energi surya di Indonesia. Direktur Pemasaran dan Pengembangan bisnis SEI, Khanestyo, turut hadir sebagai salah satu pembicara dalam sesi panel Solar Energy pada rangkaian Energy Week 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Jakarta (23/09).
Kegiatan yang berlangsung di IPTEK Room, Gedung B.J. Habibie BRIN mempertemukan Khanestyo Direktur Pemasaran & Pengembangan Bisnis SEI, Fernando Lobo dari Osper, Miguel Blanco dari DESY, serta Oo Abdul Rosyid dari BRIN. Diskusi dipandu moderator Ira Fitriana dan dilanjutkan dengan pembahasan peluang kolaborasi antarpemangku kepentingan.
Dalam forum tersebut, SEI hadir memberikan perspektif dari sisi industri mengenai perkembangan dan implementasi solar energy, khususnya dalam mendorong pengembangan teknologi yang dapat diterapkan secara luas di Indonesia.
Sesi panel Solar Energy membahas sejumlah isu strategis, mulai dari penerapan proyek energi surya, kesiapan dan kemampuan industri lokal, perkembangan teknologi, hingga pengalaman internasional dalam memperluas pemanfaatan energi surya.
Sebagai salah satu pionir energi surya di Indonesia, SEI memanfaatkan momentum ini guna memperkuat komunikasi dan pertukaran pengetahuan antara dunia riset dan industri. Pengembangan energi surya tidak hanya membutuhkan inovasi teknologi, tetapi juga kesiapan untuk memastikan teknologi tersebut dapat diterapkan secara konsisten serta sesuai dengan kebutuhan sektor energi di Indonesia.
Melalui keterlibatan dalam forum ini, SEI terus membuka ruang untuk berbagi pengalaman, pengetahuan, dan perspektif industri dalam mendukung perkembangan energi surya di Indonesia. Kolaborasi antara pelaku industri, lembaga riset, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat ekosistem energi terbarukan sekaligus mendorong pemanfaatan energi surya secara luas.
Partisipasi SEI dalam forum tersebut juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk terus berkontribusi dalam perkembangan sektor energi terbarukan di Indonesia. Dengan menghubungkan pengalaman industri, inovasi teknologi, dan kebutuhan implementasi di lapangan. SEI melihat kolaborasi sebagai salah satu elemen penting dalam mendorong transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan.