Kategori: Berita
Sinergi Proyek EBT Kawasan Timur : SEI dan Len Lakukan Tinjauan dalam Kegiatan Monev
Kupang (17/07/2025) – Dewan Komisaris, Direksi, serta Komite dari PT Len Industri (Persero) melakukan kunjungan kerja ke proyek IPP PLTS Oelpuah Kupang yang terletak di Dusun Bajaenaka, Desa Oelpuah, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) atas proyek kerja sama strategis antara SEI dan PLN.
Turut hadir dalam kunjungan tersebut, perwakilan dari SEI, yakni Direktur Teknik dan Operasi SEI, Ridwan Kurnia, serta Direktur Pemasaran dan Pengembangan Bisnis SEI, Khanestyo.
Kegiatan diawali dengan sesi paparan proyek oleh Direksi SEI kepada rombongan dari Len. Dalam sesi ini, disampaikan perkembangan terkini proyek IPP PLTS Kupang, capaian yang telah diraih, hingga tantangan operasional di lapangan. Diskusi berlangsung interaktif dan antusias dari kedua belah pihak, mencerminkan hubungan kerja yang terbuka dan strategis antara induk dan anak perusahaan.

Setelah sesi pemaparan, rombongan melakukan kunjungan langsung ke lapangan untuk meninjau secara fisik kondisi proyek IPP PLTS Kupang, yang telah beroperasi sejak tahun 2017 itu. Dalam kunjungan tersebut, Dewan Komisaris Len, Arkamelvi Karmani, menyoroti potensi pengembangan lanjutan yang bisa dilakukan, tidak hanya dalam aspek bisnis, namun juga dalam menciptakan dampak positif bagi masyarakat sekitar.
“Melihat potensi sinar matahari yang luar biasa di kawasan Indonesia Timur ini, saya menyoroti pentingnya mendorong revitalisasi dari proyek PLTS tersebut serta diadakannya inovasi yang bisa dikembangkan. Dengan begitu, harapannya proyek ini tidak hanya memberikan kontribusi positif bagi perusahaan secara bisnis, tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat sekitar,” tutur Arkamelvi.
Sejalan dengan hal tersebut, sebagai induk Perusahaan, Len tentunya hadir dalam memberikan dukungannya kepada SEI. Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Operasi Len, Iqbal Fikri.
“Kami melihat bahwa perencanaan yang dilakukan oleh SEI, baik dari sisi investasi, kemitraan strategis, maupun rencana pengembangan ke depan, itu semua akan kami (Len) berikan dukungan penuh. Termasuk dalam penguatan perencanaan jangka panjang SEI. Harapannya, SEI ke depan tidak hanya berfokus pada pengembangan PLTS saja, tetapi juga mampu menerapkan prinsip ESG secara menyeluruh dalam bisnisnya,” ujar Iqbal.
Dukungan dari Len tercermin dari berbagai capaian dan dampak nyata yang telah berhasil dihasilkan oleh SEI di lapangan, sebagaimana dijelaskan oleh Direktur Teknik dan Operasi SEI, Ridwan Kurnia.
“Sejak proyek ini berdiri, kami telah membukukan berbagai capaian nyata yang selaras dengan prinsip ESG, terutama melalui pendekatan 5P: people, profit, planet, partnership, dan prosperity. Dampak yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari hadirnya lapangan kerja, akses terhadap air dan lingkungan yang lebih bersih, hingga edukasi yang melampaui sekadar urusan kelistrikan. Yang paling penting, kami memberikan energi bersih bukan hanya untuk warga sekitar proyek, tapi juga untuk masyarakat NTT secara keseluruhan. Hal ini menjadi semangat untuk SEI dalam mendorong percepatan bauran energi terbarukan di Indonesia,” jelas Ridwan.
Kehadiran Dewan Komisaris dan Direksi PT Len Industri (Persero) dalam kunjungan ini menunjukkan komitmen kuat terhadap pengawasan, penguatan tata kelola, serta dukungan terhadap pengembangan proyek energi bersih berbasis EBT. Sinergi yang terbangun antara Induk dan anak perusahaan ini tidak hanya menunjukkan keberhasilan kolaborasi bisnis, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mendukung transisi energi nasional menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.**
Berita Lainnya
SEI Pertahankan Sertifikasi ISO 14001:2015 dan ISO 45001:2018 sebagai Komitmen terhadap Lingkungan dan Keselamatan Kerja
Bandung (18/07/2025) – SEI kembali berhasil mempertahankan sertifikasi ISO 14001:2015 dan ISO 45001:2018 setelah melalui proses audit eksternal yang dilakukan oleh AMTIVO di kantor SEI. Keberhasilan ini menjadi cerminan nyata dari komitmen perusahaan dalam menerapkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan serta membangun budaya kerja yang aman dan sehat di seluruh lini operasional.
Pencapaian ini juga menunjukkan kepatuhan SEI terhadap regulasi dan standar dengan taraf internasional di bidang lingkungan (14001:2015) serta kesehatan dan keselamatan kerja (45001:2018). Hal ini memperkuat kredibilitas SEI di mata pemangku kepentingan, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa SEI terus berbenah demi mencapai kinerja berkelanjutan.
Bagian Health, Safety, and Environment (HSE) SEI, Elyana Febrianti, yang menjadi penanggung jawab dalam audit sertifikasi ini, menyampaikan bahwa keberhasilan mempertahankan sertifikasi ini tidak hanya sekadar untuk memenuhi formalitas audit, tetapi menjadi bagian dari komitmen SEI dalam mengintegrasikan standar ISO dalam setiap aktivitas bisnis.
“Terutama dalam meningkatkan kredibitas dan reputasi di mata publik, menjadi wadah akan kepatuhan regulasi, evaluasi untuk perusahaan dalam berbenah dan menjadi nilai tambah ketika perusahaan ikut serta dalam proyek tender besar,” ungkap Elyana.
Ia juga menambahkan, proses audit eksternal ini diharapkan dapat menjadi momen reflektif bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas kerja secara berkelanjutan.
Mempertahankan sertifikasi ini merupakan bentuk pengakuan resmi atas konsistensi SEI dalam memenuhi standar yang berlaku, akan segala aktivitas bisnis yang dilakukan “Hal ini menjadi pengakuan resmi bahwa SEI memiliki standar internasional. Sehingga dapat meningkatkan kepercayaan mitra bisnis terhadap SEI, serta memperkuat posisi SEI di industri energi terbarukan,” tutupnya.**
Berita Lainnya
Perkuat Budaya K3: HSE dan PAM Len Industri Company Laksanakan Monev
Bandung (09/07/2025) - PT Len Industri (Persero) bersama dengan anak perusahaannya, yakni PT Surya Energi Indotama (SEI), PT Len Railway System (LRS), PT Len Rekaprima Semesta, PT Eltran Indonesia dan PT Len Telekomunikasi Indonesia (LTI), berkumpul dalam acara rapat Monitoring dan Evaluasi (MONEV) terkait implementasi Health, Safety, and Environment (HSE) dan Pengamanan (PAM) Triwulan ke-2 yang bertempat di kantor SEI.
Seluruh pihak yang terlibat dalam acara ini menunjukkan komitmen kuat dalam budaya keselamatan, kesehatan kerja, keamanan, dan pengelolaan lingkungan. Terbukti dengan beberapa langkah yang telah dijalankan oleh masing-masing HSE dari tiap perwakilan perusahaan, diantaranya:
- Peningkatan Kesadaran dan Disiplin K3: Melalui pelatihan, sosialisasi, dan pengawasan rutin untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat.
- Penguatan Sistem Pengamanan: Baik dari sisi pengamanan fisik, keamanan aset, hingga penguatan keamanan data dan infrastruktur digital.
- Monitor Lingkungan Berkelanjutan: mendorong penerapan prinsip ramah lingkungan dalam setiap kegiatan operasional.
Melalui rapat ini, SEI bersama Len dan seluruh anak perusahaan lainnya menegaskan untuk memperkuat budaya “zero loss dan zero accident”, menerapkan aspek keamanan digital dan lingkungan berkelanjutkan ke dalam setiap kegiatan operasional.
General Manager Corporate Security PT Len Industri (Persero), Nur Budi Asmara, menyampaikan bahwa pelaksanaan program HSE dan pengamanan di induk dan anak perusahaan secara umum telah berjalan dengan baik dan terarah, di samping adanya tantangan dan kesulitan tersendiri di lapangan.
“Hambatan dan kelemahan yang dapat diminimalisir melalui pemenuhan kelengkapan fasilitas serta dukungan anggaran yang memadai. Dengan komitmen dan sinergi dari seluruh elemen perusahaan, penerapan PAM dan HSE dapat terus diperkuat sehingga mampu menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat dan berkelanjutan,” ujar Budi.
Senada dengan Budi, General Manager HSE PT Len Industri (Persero), Moiko Sivantino menyampaikan bahwa Len akan terus berkomitmen untuk menjadikan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta perlindungan lingkungan, sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari budaya perusahaan. Selain itu, Moiko juga menyampaikan bahwa Len beserta anak perusahaannya memiliki harapan besar untuk ikut berperan aktif dalam mendukung program pemerintah terkait Industri Hijau (green industry).
Dengan semangat kolaborasi, komitmen yang berkelanjutan, serta tekad untuk terus berbenah, SEI bersama Len dan seluruh anak perusahaannya optimis dapat membangun lingkungan kerja yang tidak hanya aman dan sehat, tetapi juga selaras dengan prinsip keberlanjutan dan mendukung terwujudnya industri hijau di Indonesia. Rapat ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi dan integrasi budaya HSE dan PAM di seluruh lini perusahaan, demi masa depan yang lebih aman, tangguh, dan bertanggung jawab.
Berita Lainnya
Kembangkan Pendingin Ramah Lingkungan, SEI Jalin Kerja Sama dengan GIZ
Jakarta (03/07/2025) - SEI resmi menjalin kerja sama dengan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GMBH, perusahaan pembangunan milik Jerman, melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang ditujukan untuk dukungan kontribusi dalam pengembangan pendingin ramah lingkungan.
Penandatangan yang berlangsung di kantor GIZ ini dilakukan oleh Direktur Pemasaran dan Pengembangan Bisnis SEI, Khanestyo dan Commission Manager Solar Cold Chain for Green Economy in Indonesia Program (SOCOOL), Frank Stegmueller. GIZ diwakili oleh SOCOOL, sebuah inisiatif bilateral antara pemerintah Indonesia dan Jerman untuk mendukung tercapainya tujuan dari kerja sama ini.
Sebagai bagian dari kolaborasi ini, sistem pendingin (cold storage) ramah lingkungan akan dibangun dan ditempatkan di IPB University, yang mana bertujuan untuk mendukung program makan bergizi gratis. Proyek ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) internasional yang melibatkan SEI, GIZ dan IPB University.
SEI berkontribusi melalui penyediaan 44 unit panel surya berkapasitas masing-masing 405 Wp, dengan total kapasitas sistem mencapai 200 kg pendinginan per hari. Proses pembangunan cold storage ini ditargetkan selesai pada bulan Oktober 2025, dan diharapkan menjadi langkah awal dari kolaborasi jangka panjang dalam mengembangkan sistem yang berkelanjutan dan ramah lingkungan di Indonesia.
Melalui kerja sama ini, SEI bersama GIZ dan seluruh mitra berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional, menekan emisi karbon dari sektor pendinginan, serta memperluas pemanfaatan energi terbarukan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Ke depan, kerja sama ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat teknis dan lingkungan, tetapi juga membuka peluang inovasi dan replikasi proyek serupa di berbagai daerah di Indonesia, khususnya wilayah dengan kebutuhan logistik makanan segar dan bergizi yang tinggi.
Berita Lainnya
RUPS, SEI Raih Apresiasi atas Kinerja dan Tata Kelola
Jakarta (30/06/2025) - PT Surya Energi Indotama sebagai anak perusahaan dari PT Len Industri (Persero) yang merupakan holding industri pertahana DEFEND ID telah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2024. RUPS ini merupakan forum strategis tahunan yang juga diikuti oleh seluruh anggota DEFEND ID.
Dalam forum RUPS tersebut, Plt. Direktur Utama PT Surya Energi Indotama, I Made Sandika Dwiantara, yang hadir bersama jajaran Direksi lainnya, memaparkan perkembangan perusahaan serta berbagai capaian penting yang berhasil diraih sepanjang tahun 2024.
Di tengah tantangan dan dinamika bisnis yang tidak mudah, SEI tetap mampu menjaga kepercayaan dan dukungan dari para pemegang saham maupun Dewan Komisaris. Hal ini tercermin dari disetujuinya seluruh agenda RUPS yang diajukan berikut salah satunya merupakan persetujuan atas laporan tahunan dan laporan pengawasan dewan komisaris.
Dalam kesempatan tersebut, Dewan Komisaris menyampaikan apresiasi atas upaya Direksi SEI dalam menjaga stabilitas operasional dan keberlangsungan usaha di tengah dinamika bisnis yang dihadapi. Mereka juga mengapresiasi capaian realisasi KPI Dewan Komisaris yang mencapai 100%, sebuah indikasi bahwa fungsi pengawasan berjalan secara optimal dan profesional.
Lebih lanjut, Dewan Komisaris memberikan beberapa rekomendasi strategis seperti percepatan transformasi digital, penguatan manajemen keuangan, serta efisiensi biaya overhead, semua diarahkan untuk mendukung keberlanjutan dan daya saing perusahaan ke depan.
RUPS ini menjadi simbol penting bahwa di tengah tantangan, SEI tetap berkomitmen menjalankan tata kelola perusahaan yang baik (GCG) dan menjaga transparansi serta akuntabilitas kepada seluruh pemangku kepentingan.
Dengan landasan kepercayaan yang tetap kuat, SEI terus melangkah menuju masa depan transisi energi nasional sebagai pionir dalam pengembangan energi surya di Indonesia.
Berita Lainnya
SEI Mantapkan Posisi di Kancah Internasional melalui Kemitraan Strategis dengan Henko Energy
Bandung (19/06/2025) — PT Surya Energi Indotama resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Henko Energy (Pty) Ltd, perusahaan energi asal Afrika Selatan, dalam rangka memperkuat kolaborasi di sektor energi terbarukan, khususnya tenaga surya.
Penandatanganan yang berlangsung di kantor SEI ini dilakukan oleh Plt. Direktur Pemasaran dan Pengembangan Bisnis SEI, Khanestyo, dan Executive Director Henko Energy, Dawid De Vries. Kemitraan ini menjadi langkah awal dari sinergi strategis kedua perusahaan dalam mendorong penggunaan energi bersih secara global.
Kerja sama ini dilatarbelakangi oleh rencana implementasi dan pengembangan pasar pembangkit listrik tenaga surya di Afrika Selatan, sekaligus mencerminkan keseriusan kedua pihak dalam menjawab tantangan transisi energi.
Tak hanya itu, Inisiatif ini juga memperkuat hubungan bilateral Indonesia–Afrika Selatan, terutama dalam bidang energi berkelanjutan dan inovasi teknologi ramah lingkungan.
Melalui penggabungan kekuatan teknologi, sumber daya, dan keahlian masing-masing, SEI dan Henko Energy optimistis kemitraan ini akan membuka jalan bagi kolaborasi jangka panjang yang berdampak nyata, baik secara teknis, ekonomi, maupun sosial dan lingkungan.
Kolaborasi ini menjadi wujud komitmen SEI untuk turut berperan aktif dalam solusi global atas tantangan energi dan krisis iklim, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam sektor energi terbarukan di kancah internasional.
Berita Lainnya
Wujudkan Smart Building dan Energy Management System : SEI dan Siemens Indonesia Jalin Kolaborasi
Jakarta (11/06/2025) — Percepatan transisi energi dan dorongan global menuju pembangunan rendah karbon menuntut sistem bangunan yang lebih efisien, adaptif, dan cerdas dalam mengelola energi. Menyikapi tantangan tersebut, PT Surya Energi Indotama (SEI) menjalin kerja sama strategis dengan Siemens Indonesia melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dalam ajang Siemens Tech Summit 2025.
Kerja sama ini menandai komitmen kedua perusahaan dalam menghadirkan solusi terintegrasi untuk Pengemban PLTS, solusi Smart Building dan Energy Management System yang cerdas dan berkelanjutan.
Dengan pengalaman dan teknologi yang saling melengkapi, SEI dan Siemens akan mendorong transformasi digital dalam sektor infrastruktur, termasuk pelatihan tenaga kerja, riset terapan, dan penerapan teknologi pintar di berbagai proyek. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem bangunan yang lebih efisien, adaptif, dan rendah emisi karbon.
Direktur Pemasaran dan Pengembangan Bisnis SEI, Khanestyo, menjelaskan bahwa kerja sama ini selaras dengan visi perusahaan sebagai penyedia solusi total di bidang Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi.
“Kerja sama ini sangat selaras dengan visi kami sebagai penyedia solusi total di bidang Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. Kami memiliki pengalaman luas dalam proyek-proyek energi surya, dari skala kecil hingga besar, dan siap mendukung upaya transisi energi melalui pendekatan yang menyeluruh,”. Ujarnya.
SEI telah dikenal luas sebagai pelaku utama dalam pengembangan energi bersih di Indonesia. Selain perannya sebagai EPC (Engineering, Procurement, Construction), SEI juga aktif dalam menyediakan layanan O&M, konservasi energi, hingga pelatihan teknis untuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Penandatanganan MoU ini menandai awal dari kolaborasi jangka panjang antara SEI dan Siemens Indonesia dalam menjawab tantangan energi masa depan yang sejalan dengan arah pembangunan nasional dengan pendekatan yang inovatif, kolaboratif dan berkelanjutan.
Berita Lainnya
Wujudkan Industri Hijau, Kini Industri Tekstil Beralih Ke Energi Terbarukan
Industri tekstil global kini tengah mengalami pergeseran besar menuju praktik produksi yang lebih ramah lingkungan. Hal ini didorong oleh kebijakan pajak karbon yang diterapkan Uni Eropa terhadap produk impor yang memasuki wilayah mereka. Kebijakan ini menuntut industri tekstil Indonesia untuk segera beradaptasi dengan menerapkan proses produksi yang berkelanjutan dan rendah karbon agar tetap kompetitif di pasar internasional. Kini penerapan energi surya di lingkungan industri tekstil semakin menjamur. Selain dari penghematan energi listrik, pengurangan emisi karbon dan ramah lingkungan dapat dihasilkan di industri tersebut serta daya saing produk dapat dioptimalkan.

PT Sembcorp Energy Indonesia dan PT Surya Energi Indotama (SEI) sebagai Engineering, Procurement, Construction (EPC) membangun PLTS Atap dengan total kapasitas 4.9 MWp di PT Delta Merlin Sandang Tekstil 1, Sragen Jawa Tengah. Tujuan pemasangan PLTS Atap ini sebagai bentuk sumbangsih industry yang ramah lingkungan, serta optimalkan energi bersih yang dihasilkan oleh PLTS. Sistem PLTS yang digunakan yaitu sistem on-grid yang tersebar di 2 gedung.
“Energi terbarukan ini secara harga lebih murah dari apa yang kita sudah jalankan, harapannya dari sisi operasional kita bisa turun secara cost, jadi untuk produksi kita bisa bersaing lagi” ujar Jordi Pratama, Factory Manager PT DMST 1.

Dalam perjalanan proyek PLTS Atap ini, komunikasi yang intens dan koordinasi menjadi peran utama dengan pihak-pihak terkait. “Tantangan yang kami hadapi adalah faktor cuaca, dimana memasuki musim penghujan, yang kedua proses Lifting, kami harus menyebarkan delapan ribu lebih PV Module yang tersebar di 2 gedung, Alhamdulilah meskipun banyak terkendala di lapangan, proyek ini dapat diselesaikan” ujar Asep Surojudin, Site Coordinator SEI.
Dengan penuh ketelitian serta koordinasi yang tepat, proyek ini telah selesai dan dapat dirasakan manfaatnya. Harapannya PLTS Atap dapat memberikan dampak positif terhadap sisi operasional pabrik. “Bagi SEI keterlibatan proyek PLTS Atap ini menjadi bukti nyata komitmen kami mendukung energi bersih dan terbarukan di Indonesia” ujar Febrian Lutfi, Project Manager SEI. Mari dukung energi bersih di Indonesia!
Berita Lainnya
Komitmen Tanpa Kompromi: SEI Raih Dua Sertifikasi CSMS High Risk
Bandung (09/06/2025) – PT Surya Energi Indotama (SEI) kembali menegaskan komitmennya terhadap keselamatan kerja dengan berhasil meraih Sertifikasi Contractors Safety Management System (CSMS) kategori High Risk dari tim assessment CSMS HSSE PT Pertamina Power Indonesia - Sub Holding Power & NRE. Penilaian dilakukan secara menyeluruh pada 6 Mei 2025 dan 14 Mei 2025, dengan hasil akhir menyatakan bahwa SEI lulus dengan nilai memuaskan.
Untuk sertifikasi CSMS Pertamina, SEI telah melalui serangkaian tahapan, dimulai dari proses pra-kualifikasi hingga verifikasi, dengan pemenuhan seluruh persyaratan administratif yang dinyatakan lolos pada 6 Mei 2025. Tahapan berikutnya adalah proses verifikasi dokumen, yang dilakukan melalui kunjungan langsung tim assessment ke Kantor SEI.
Rangkaian proses penilaian verifikasi dokumen terdiri dari 8 proses, diantaranya kepemimpinan dan akuntabilitas, kebijakan dan sasaran, organisasi, tanggung jawab, sumber daya, dokumen, manajemen resiko, perencanaan dan prosedur, implementasi dan pengendalian operasional, jaminan pemantauan, pengukuran dan audit, serta tinjauan manajemen.
Melalui kegiatan penilaian CSMS tersebut, hasil akhir penilaian menyatakan bahwa PT Surya Energi Indotama mendapat nilai 85,51% dengan kriteria high risk.
Sementara itu, untuk sertifikasi CSMS dari SKK Migas, proses penilaian dilakukan pada 14 Mei 2025, di mana SEI memperoleh nilai kualifikasi sebesar 60,22% dan kembali dinyatakan lulus dalam kategori risiko tinggi.
Dengan pencapaian ini, SEI kini memegang dua sertifikasi CSMS High Risk sekaligus dari Pertamina dan SKK Migas, memperkuat rekam jejak perusahaan sebagai mitra terpercaya dalam penerapan sistem keselamatan kerja yang andal di sektor energi dan konstruksi.

HSE Officer yang juga merupakan PIC HSE untuk pengerjaan CSMS, Elyana Febrianti menyampaikan apresiasi atas hasil positif dari proses sertifikasi ini
“Kami mengucapkan terima kasih atas hasil penilaian CSMS yang telah diberikan, khususnya dalam aspek Health, Safety, and Environment (HSE). Kami bersyukur bahwa dari dua user yang melakukan evaluasi, kami memperoleh kategori Risiko Tinggi, yang dalam konteks ini menunjukkan bahwa kinerja kami telah memenuhi standar yang tinggi dan dinyatakan bagus serta lolos kualifikasi CSMS mereka.”
Elyana menambahkan bahwa capaian ini merupakan bukti konkret atas komitmen SEI dalam menjaga integritas penerapan prinsip-prinsip HSE di seluruh lini operasional perusahaan.
Lebih dari sekadar pencapaian administratif, sertifikasi ini menjadi pijakan penting dalam upaya SEI membangun budaya keselamatan kerja yang berkelanjutan. Elyana menegaskan
“Kami berharap pencapaian ini dapat menjadi dasar yang kuat untuk terus mempertahankan dan meningkatkan kinerja HSE kami ke depannya. Komitmen kami adalah menjadikan aspek keselamatan, kesehatan kerja, dan perlindungan lingkungan sebagai prioritas utama dalam setiap aktivitas.”
“Kami juga terbuka terhadap setiap masukan sebagai bagian dari proses perbaikan berkelanjutan, agar dapat memberikan kontribusi terbaik bagi keberhasilan proyek secara keseluruhan, serta menjaga kepercayaan seluruh stakeholder.”
Keberhasilan SEI dalam meraih sertifikasi CSMS High Risk dari PT Pertamina Power Indonesia - Sub Holding Power & NRE ini semakin memperkuat posisi SEI sebagai mitra strategis yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga unggul dalam pengelolaan keselamatan dan lingkungan kerja.**
Berita Lainnya
Perkuat Komitmen Berkelanjutan : SEI dan SNE Teken MoU Kolaborasi ESG
Bandung (05/06/2025) – Dalam upaya memperkuat komitmen terhadap penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), PT Surya Energi Indotama (SEI) menjalin kerja sama strategis dengan PT Satria Nusa Enjinering (SNE) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berlangsung di kantor SEI.
Penandatanganan MoU ini menjadi tonggak penting dalam membangun sinergi antar perusahaan nasional yang memiliki visi sejalan terhadap keberlanjutan dan tata kelola yang bertanggung jawab. Hadir dalam kegiatan tersebut, Direktur Pemasaran dan Pengembangan Bisnis SEI, Khanestyo, beserta jajaran manajemen. Juga Direktur Utama SNE, Feli Zulhendri, beserta jajaran.

Acara diawali dengan sesi sharing di program SEI Morning Session dari Feli Zulhendri yang mengangkat tema “Water Sustainability for Better Indonesia”. Dalam presentasinya, Feli memaparkan pentingnya pengelolaan air limbah sebagai bagian integral dari solusi keberlanjutan, serta memperkenalkan pendekatan inovatif yang dapat mengubah air limbah menjadi sumber air bersih yang aman dan bermanfaat. Pemaparan ini mendapat perhatian tinggi dari para peserta dan memantik diskusi yang hangat dalam sesi tanya jawab.
Momentum kolaboratif ini kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman, yang menjadi simbol resmi dimulainya kerja sama antara SEI dan SNE dalam mengembangkan inisiatif-inisiatif ESG yang berdampak nyata, baik dalam lingkup industri maupun masyarakat luas.
Direktur Pemasaran dan Pengembangan Bisnis SEI, Khanestyo, menyampaikan bahwa kerja sama ini diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, khususnya dalam pengembangan solusi hijau dan praktik bisnis berkelanjutan. “Kami percaya bahwa sinergi ini akan memberikan kontribusi positif tidak hanya bagi kedua perusahaan, tetapi juga bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.
Dengan semangat kolaboratif dan visi keberlanjutan yang kuat, SEI dan SNE optimis kerja sama ini akan menjadi fondasi penting dalam menciptakan inovasi-inovasi hijau yang relevan dan berdaya guna untuk masa depan Indonesia.**